Pembuatan Konstruksi Kumbung Jamur tiram begini caranya

oleh | Jul 10, 2019 | Budidaya jamur tiram, Kumbung jamur | 0 Komentar

Pembuatan kumbung dapat dilakukan secara semipermanen ataupun permanen sesuai dengan kebutuhan dan skala budi daya yang dilakukan. Kumbung semipermanen dibuat dari bahan yang sederhana, seperti bambu, kayu, plastik tahan panas (PP), dan styrofoam. Sementara itu, kumbung permanen dibuat dari bahan seperti batu, bata, pasir, semen, besi, dan galvalum.

Pembuatan kumbung sebaiknya menghadap arah utara–selatan. Tujuannya agar tidak terkena sinar matahari secara langsung karena akan mempengaruhi lingkungan di dalam kumbung. Untuk skala industri, lokasi kumbung sebaiknya terpisah dengan tempat pembuatan substrat (kompos). Selain itu, kumbung sebaiknya diberi nomor urut (identitas) agar memudahkan dalam mengevaluasi proses budi daya.

1) Ukuran

Secara umum ukuran kumbung yang ideal, yaitu lebar 4 m, panjang 6 m, dan tinggi 2,5 m. Ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan jenis jamur yang ditanam. Untuk jamur merang, kumbung berukuran panjang 6—8 m, lebar 5,5—6 m, dan tinggi 3—4 m. Sementara itu, untuk jamur kancing, ukuran panjang kumbung 12 m dengan lebar 18 m dan tinggi 3,6 m. Di dalam kumbung dibuat petak untuk membangun rak tempat menaruh baglog jamur. Jarak antarpetak sekitar 100 cm.

2) Bagian-bagian kumbung

Bagian-bagian kumbung, yaitu sebagai berikut.

a) Dinding kumbung. Dinding sederhana/semipermanen dapat dibuat dari bilik bambu yang dilapisi plastik. Ada juga dinding kumbung dari plastik tahan panas atau plastik terpal. Biasanya plastik tersebut dilapisi oleh styrofoam. Selain berguna untuk melindungi plastik, styrofoam juga berfungsi untuk menstabilkan suhu dalam ruangan kumbung. Untuk kumbung permanen, pilihannya dapat menggunakan rangka besi, rangka batu, atau berbentuk rumah kaca.

b) Lantai. Permukaan lantai sebaiknya disemen untuk memudahkan merawat kebersihan kumbung. Jika tidak disemen, sebaiknya lantai kumbung dilapisi dengan pasir dan kapur.

Baca Juga: Pemerintah Kembangkan Jengkol Terenak se-Indonesia

c) Atap. Atap kumbung semipermanen dapat menggunakan rumbia yang dilapisi plastik. Untuk bangunan permanen, dapat menggunakan seng.

d) Jendela. Sebaiknya kumbung dilengkapi dengan jendela untuk mengatur sirkulasi udara.

e) Pintu. Berfungsi untuk memasukkan dan mengeluarkan media tanam dari kumbung. Pintu dibuat serapatmungkin agar lingkungan tumbuh jamur di dalam kumbung (suhu, kelembapan, oksigen, dan karbon dioksida) tidak terpengaruh oleh lingkungan di luar kumbung.

f ) Selokan. Sebaiknya kumbung dilengkapi dengan selokan untuk mengeluarkan sisa-sisa air pada saat penyiraman. Tujuannya agar air tidak tergenang di dalam kumbung.

Sumber: Buku Panduan Lengkap Jamur

Toko Bibit Jamur

Menjual Bibit Jamur Tiram Putih, Bibit Jamur Tiram F1, Bibit Jamur Tiram F2, Baglog Jamur.

Produk Kami Aman Terhadap Kontaminasi, Di Produksi Pengawasaan Ketat, Melalui Berbagai Tahap Untuk Menjaga Kualitas Dan Mutu Produk Bibit Jamur

Jamur Info

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca semoga artikel jamur info bisa bermanfaat bagi petani jamur di seluruh indonesia salam admin

Baca Juga artikel lengkap, Tentang Budidaya Jamur blog jamur info

Lihat Posting Terkait Ini

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram Membudidayakan jamur dari berbagai jenis memiliki kesamaan tahapan antara lain 1. menyiapkan bibit jamur yang akan dibudidayakan, menyiapkan media tanam (proses pembuatan media tanam akan berbeda pada jamur kayu dan jamur kompos), proses...

baca lainnya
Cara Membuat Bibit F0 Jamur Tiram Putih

Cara Membuat Bibit F0 Jamur Tiram Putih

Bibit F0 Bibit F0 adalah bayi jamur yang ditumbuhkan pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar). Jadi pertama kita buat dulu media PDA. Ini bahan-bahan, peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan Agar-agar (bisa mere kapa saja, pilih yang tidak berwarna) Gula putih 30 gr...

baca lainnya
Cara Membuat Bibit F2 Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit F2 Jamur Tiram

Bibit F2 adalah bibit pada media tanam yang sudah siap memasuki siklus panen. Media yang digunakan untuk bibit F2 adalah serbuk kayu dan umumnya dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran 2 kg untuk memudahkan transportasi. Kantong plastik berisi serbuk kayu ini...

baca lainnya

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cart Item Removed. Undo Have a coupon ?
  • No products in the cart.