Pembuatan Konstruksi Kumbung Jamur tiram begini caranya

oleh | Jul 9, 2019 | Budidaya jamur tiram, Kumbung jamur | 0 Komentar

Pembuatan kumbung dapat dilakukan secara semipermanen ataupun permanen sesuai dengan kebutuhan dan skala budi daya yang dilakukan. Kumbung semipermanen dibuat dari bahan yang sederhana, seperti bambu, kayu, plastik tahan panas (PP), dan styrofoam. Sementara itu, kumbung permanen dibuat dari bahan seperti batu, bata, pasir, semen, besi, dan galvalum.

Pembuatan kumbung sebaiknya menghadap arah utara–selatan. Tujuannya agar tidak terkena sinar matahari secara langsung karena akan mempengaruhi lingkungan di dalam kumbung. Untuk skala industri, lokasi kumbung sebaiknya terpisah dengan tempat pembuatan substrat (kompos). Selain itu, kumbung sebaiknya diberi nomor urut (identitas) agar memudahkan dalam mengevaluasi proses budi daya.

1) Ukuran

Secara umum ukuran kumbung yang ideal, yaitu lebar 4 m, panjang 6 m, dan tinggi 2,5 m. Ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan jenis jamur yang ditanam. Untuk jamur merang, kumbung berukuran panjang 6—8 m, lebar 5,5—6 m, dan tinggi 3—4 m. Sementara itu, untuk jamur kancing, ukuran panjang kumbung 12 m dengan lebar 18 m dan tinggi 3,6 m. Di dalam kumbung dibuat petak untuk membangun rak tempat menaruh baglog jamur. Jarak antarpetak sekitar 100 cm.

2) Bagian-bagian kumbung

Bagian-bagian kumbung, yaitu sebagai berikut.

a) Dinding kumbung. Dinding sederhana/semipermanen dapat dibuat dari bilik bambu yang dilapisi plastik. Ada juga dinding kumbung dari plastik tahan panas atau plastik terpal. Biasanya plastik tersebut dilapisi oleh styrofoam. Selain berguna untuk melindungi plastik, styrofoam juga berfungsi untuk menstabilkan suhu dalam ruangan kumbung. Untuk kumbung permanen, pilihannya dapat menggunakan rangka besi, rangka batu, atau berbentuk rumah kaca.

b) Lantai. Permukaan lantai sebaiknya disemen untuk memudahkan merawat kebersihan kumbung. Jika tidak disemen, sebaiknya lantai kumbung dilapisi dengan pasir dan kapur.

Baca Juga: Pemerintah Kembangkan Jengkol Terenak se-Indonesia

c) Atap. Atap kumbung semipermanen dapat menggunakan rumbia yang dilapisi plastik. Untuk bangunan permanen, dapat menggunakan seng.

d) Jendela. Sebaiknya kumbung dilengkapi dengan jendela untuk mengatur sirkulasi udara.

e) Pintu. Berfungsi untuk memasukkan dan mengeluarkan media tanam dari kumbung. Pintu dibuat serapatmungkin agar lingkungan tumbuh jamur di dalam kumbung (suhu, kelembapan, oksigen, dan karbon dioksida) tidak terpengaruh oleh lingkungan di luar kumbung.

f ) Selokan. Sebaiknya kumbung dilengkapi dengan selokan untuk mengeluarkan sisa-sisa air pada saat penyiraman. Tujuannya agar air tidak tergenang di dalam kumbung.

Sumber: Buku Panduan Lengkap Jamur

Toko Bibit Jamur

Menjual Bibit Jamur Tiram Putih, Bibit Jamur Tiram F1, Bibit Jamur Tiram F2, Baglog Jamur.

Produk Kami Aman Terhadap Kontaminasi, Di Produksi Pengawasaan Ketat, Melalui Berbagai Tahap Untuk Menjaga Kualitas Dan Mutu Produk Bibit Jamur

Jamur Info

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca semoga artikel jamur info bisa bermanfaat bagi petani jamur di seluruh indonesia salam admin

Lihat Posting Terkait Ini

Cara Membuat Bahan Bakar Oli Untuk Sterilisasi baglog

Cara Membuat Bahan Bakar Oli Untuk Sterilisasi baglog

Energi menjadi hal yang penting sekali untuk kehidupan manusia dalam berbagai macam kebutuhan. Seperti bahan bakar kendaraan, memasak, industri, dan masih banyak lagi yang lainnya. Saat ini, mayoritas energi didapatkan dari minyak bumi yang diperoleh dengan cara...

baca lainnya
Campuran Baglog Jamur Tiram Putih

Campuran Baglog Jamur Tiram Putih

membuat campuran media baglog Setelah serbuk gergaji cukup waktu, dibuatlah campuran media baglog. Refferensi campuran antara lain :- Serbuk gergaji 100kg - Tepung jagung 10 kg - Dedak/bekatul 10 kg - Pupuk sp 36 0.5kg - Gip 0.5 kg - air 50 - 60% Referensi lain : -...

baca lainnya
cara pemberantasan hama ulat pada baglog jamur tiram

cara pemberantasan hama ulat pada baglog jamur tiram

Jamur Tiram yang lubang, biasanya ada ulatnya. Secara umum, sebenarnya budidaya jamur tiram putih tidak memiliki hama penyakit seperti jenis sayuran lainnya. Hama pengganggu yang seringkali menyerang jamur tiram putih adalah hama ulat. Bagaimana dan kenapa hama ini...

baca lainnya

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cart Item Removed. Undo Have a coupon ?
  • No products in the cart.