Campuran Baglog Jamur Tiram Putih

Campuran Baglog Jamur Tiram Putih

membuat campuran media baglog


Setelah serbuk gergaji cukup waktu, dibuatlah campuran media baglog.
Refferensi campuran antara lain :- Serbuk gergaji 100kg
– Tepung jagung 10 kg
– Dedak/bekatul 10 kg
– Pupuk sp 36 0.5kg
– Gip 0.5 kg
– air 50 – 60%

Referensi lain :
– Serbuk gergaji
– 5 – 15% bekatul
– 2% kapur
– 2 % gips
– air 65 %

Cukup sederhana ternyata..
Kalau campuran kami :
– 100 kg serbuk gergaji
– Bekatul 9kg – 15kg
– Opsional tepung jagung 5kg kalau memungkinkan
– Kalsium 1 kg
– Gula (kemudian dilarutkan) 0.5kg

TIPS NOTE :
Bekatul dan tepung jagung adalah nutrisi media. Ukurannya sangat tergantung jenis stren dari jamur tiram putih yang ingin dibudidayakan.
Untuk daerah dingin (suhu rata2 di bawah 25derajat C) memungkin kan untuk menambah nutrisi hingga 15-20%, tetapi untuk budidaya di daerah panas (diatas 29derajat C) sebaiknya maksimal menggunakan nutrisi 10%. Karena bibit jamur sangat rentan terhadap bakteri termofilik.

Trik
– Usahakan campuran tercampur dengan homogen dan merata
– Gunakan plastik roll polipropilen 0.05 x 18cm yang dipotong2 per 35cm
– Kadar air jangan terlalu tinggi
– Berat baglog rata-rata sebelum di steam untuk ukuran ini adalah 1350gram
– Lokasi pencampuran usahakan yang higienis.
– Sehari sebelum digunakan mencampur, ada baiknya di sterilisasi menggunakan formalin

Sebaiknya kondisi media sepadat mungkin. Pemadatan bisa dengan manual yaitu ditekan-tekan menggunakan botol, atau secara semi mekanis menggunakan alat press.
Kualitas baglog semakin padat, akan semakin baik.

cara pemberantasan hama ulat pada baglog jamur tiram

cara pemberantasan hama ulat pada baglog jamur tiram

Jamur Tiram yang lubang, biasanya ada ulatnya.

Secara umum, sebenarnya budidaya jamur tiram putih tidak memiliki hama penyakit seperti jenis sayuran lainnya. Hama pengganggu yang seringkali menyerang jamur tiram putih adalah hama ulat. Bagaimana dan kenapa hama ini menyerang jamur tiram, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya ?
InsyaALLAH akan kami bahas sedikit.

1. Penyebab alami dan kelembaban.

Yang dimaksud dengan penyebab alami adalah ulat memang biasa muncul pada jamur tiram putih jika kelembaban udara yang berlebihan. Itu sebabnya hama ini biasa menyerang pada musim hujan. Pengalaman kami selama ini, pada periode musim hujan, paling tidak hama ulat menyerang pada hari ke 80 an. Pada periode musim kemarau, biasanya hampir tidak terdapat hama ulat.

2. Penyebab luar berupa kotoran

kumbung yang kurang bersih. Kumbung yang kurang dijaga kebersihannya, banyak sisa bonggol atau tangkai jamur tiram hasil sisa panen berserakan, biasanya dapat menimbulkan banyak hewan-hewan kecil, kepik, dsb. Adanya hewan-hwan inilah yang memicu munculnya ulat.

3. Penyebab dari dalam log itu sendiri.
Penyebab dari dalam log masih kami bagi menjadi dua juga :

a. Penyebab dari jamur tiram yang keluar dari log.
Apabila terdapat jamur tiram yang kelewatan tidak ikut dipanen dalam kumbung, lalu membusuk di log itu, biasanya pada jamur tiram itulah muncul ulat-ulat kecil. Ulat ini kemudian dapat menyebar ke jamur atau log lainnya, dan apabila berkembangbiak, bahkan dapat secara menyeluruh menular.

b. Penyebab yang memang dari dalam log itu sendiri.
Dalam proses pemilihan jenis bekatul, hendaknya dipilih yang masih baru. Begitu juga dalam proses sterilisasi baglog dalam steamer, hendaknya dijaga betul kebersihannya. Jika tidak, bisa jadi memang ada bibit ulat yang terdapat dalam baglog yang nantinya bisa muncul pada saat panen jamur.

4. Penyebab lainnya.
Ini terjadi bila lingkungan sekitar kumbung memang bukan lingkungan yang bersih. Bisa jadi seperti terdapat kandang ternak lain dsb.

Cara mengatasi hama ulat.
INGAT..!! Jamur tiram putih adalah jenis sayuran organik. Hendaknya sebisa mungkin dihindari penggunaan obat-obat insektisida yang memang bisa membunuh hama ulat.
Berdasarkan pengalaman kami, proses DeepFreeze baglog yang sudah dibahas sebelumnya InsyaALLAH dapat mengatasi hama ulat ini.

Berikut akan kami bahas ulang :

1. Bila penyebabnya adalah penyebab alam dan kelembaban, atasi dengan langkah pencegahan. Pada saat membangun kumbung dengan dinding bambu, hendaknya lengkapi dengan plastik, tetapi jangan lupa tambahkan jendela untuk sirkulasi udara. Kelembaban yang berlebih dapat diatasi dengan memberi sirkulasi udara yang banyak, sementara hentikan proses penyiraman tambahan, buka tutup pintu jendela yang ada.
bersihkan kumbung secara berkala dan pastikan pada proses DeepFreeze tidak ada lagi air yang menggenang di dalam baglog.
2. Bila penyebabnya adalah kotoran, baik itu sisa bonggol, atau kotoran lainnya, setelah proses DeepFreeze tadi, bersihkan kumbung dengan baik, dan juga di luar kumbung lakukan sterilisasi ulang dengan menyemprotkan formalin.
3. Jika penyebabnya adalah dalam baglog, lakukan proses DeepFreeze dengan baik, bersihkan dengan sebersih-bersihnya baglog dengan melakukan pencungkilan hingga terlihat serbuk gergajinya.
PENANGANAN KHUSUS.
Jika semua jenis penanganan itu masih belum dapat mengatasi hama ulat, berarti kumbung dalam kondisi parah. Ini karena ulat tersebut sudah meninggalkan telur dalam log sehingga pembersihan lingkungan tidak mampu mengatasi dan membunuhnya. Kondisi ini jika dibiarkan terus, maka jamur yang dipanen akan terus menerus mengandung ulat.
Cara penanganan khusus ini sebenarnya not recomended, tetapi jika sangat terpaksa dapat dilakukan.
Caranya adalah :
1. Lakukan proses Deep Freeze secara menyeluruh. Cungkil semua jamur tiram yang ada dalam kumbung sampai tidak menyisakan, walaupun yang kecil sekalipun dan panen jamur ukuran konsumsi sampai habis
2, Gunakan kapur (CaCo3) encerkan dengan air semprot sampai basah 2x sehari
3. Gunakan insektisida (kami menyarankan jenis LANATE) sesuai dengan kadar atau takaran yang tertera dalam produk.
4. Pisahkan baglog yang tumbuh jamur umur 2 sampai 3hari ditempat tersendiri jangan disemprot dengan insektisida (kalo sudah di panen semprot dengan insektisida dan kembalikan ketempat semula/kumbung)
5. hariSelama proses refresh dan penyemprotan insektisida, kumbung tidak boleh dilakukan penyiraman air seperti biasanya.
6. Proses penyiraman air dilakukan setelah 2 hari dari proses penyemprotan insektisida.
sumber jamur hasan
Cara Membuat Alat Sterilisasi Baglog Jamur Murah Sederhana

Cara Membuat Alat Sterilisasi Baglog Jamur Murah Sederhana

Alat Steam atau Sterilisasi Baglog/media serbuk kayu memang beragam bentuk, cara dan tentu saja harganya. bagi para pemula yang baru terjun ke dunia budidaya jamur terkadang bingung bagaimana dan seperti apa sistem kerja alat sterilisasi baglog apalagi bagi pemula yang otodidak atau belum pernah melihat langsung pengoperasian alat steam tersebut, seperti saya contohnya, terkadang sulit untuk memulai bagaimana cara membuat alat steam atau sterilisasi

Di artikel ini saya akan membagikan pengalaman saya tentang cara membuat alat steam/sterilisasi yang terbuat dari drum bekas.

Pertama-tama siapkan Drum bekas yang dapat di beli di toko bangunan atau bisa anda dapatkan di tempat penampungan (Agen Minyak).
untuk harga drum bekas ditempat saya Rp.170.000 / buah dan di dapat dari toko bangunan

Potong Bagian Atas drum menggunakan mesin gerinda/pemotong lainnya dan pada dasar drum di beri sarangan seperti gambar di bawah .

Bagian dasar drum di beri sarangan dengan ketinggian 15cm dari dasar drum.
air yang saya gunakan untuk mensterilisasikan hanya satu ember cat besar ukuran 20kg.

ke dua susun baglog seperti ini

Bagaimana? mudah bukan? biaya yang dikelarkan untuk membuat alat steam seperti ini sangat murah
1. Drum Bekas Rp. 170.000,-
2. Jasa Pemotongan drum Rp. 20.000,-

Jadi total cost yang di keluarkan untuk membuat alat steam sederhana ini hanya Rp. 190.000,- saja.