Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Membudidayakan jamur dari berbagai jenis memiliki kesamaan tahapan antara lain 1. menyiapkan bibit jamur yang akan dibudidayakan,

  1. menyiapkan media tanam (proses pembuatan media tanam akan berbeda pada jamur kayu dan jamur kompos),
  2. proses inokulasi (menaruh bibit di media tanam),
  3. pemutihan (proses menunggu miselium jamur menutupi media tanam) dan
  4. proses perawatan selama siklus panen dan terakhir adalah proses paska siklus panen. Kelima proses tadi adalah tahapan yang paling umum ditemukan di setiap pembudidayaan jamur.

1. menyiapkan bibit jamur yang akan dibudidayakan,

  1. menyiapkan media tanam (proses pembuatan media tanam akan berbeda pada jamur kayu dan jamur kompos),
  2. proses inokulasi (menaruh bibit di media tanam),
  3. pemutihan (proses menunggu miselium jamur menutupi media tanam) dan
  4. proses perawatan selama siklus panen dan terakhir adalah proses paska siklus panen. Kelima proses tadi adalah tahapan yang paling umum ditemukan di setiap pembudidayaan jamur.

Untuk tulisan kali ini, Jamur.info akan menjelaskan tahapan pertama yaitu menyiapkan bibit dari jamur tiram. Bibit jamur di bagi menjadi F0, F1, F2 dan seterusnya. F adalah singkatan dari filial sederhananya, angka di belakang huruf F adalah fase pertumbuhan bibit dilihat dari media.

F0 adalah bibit awal yang ditumbuhkan pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar) yaitu media yang dibuat dari sari kentang dan agar.

F0 bisa diumpamakan sebagai bayi jamur.

F adalah singkatan dari filial sederhananya, angka di belakang huruf F adalah fase pertumbuhan bibit dilihat dari media.

F0 adalah bibit awal yang ditumbuhkan pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar) yaitu media yang dibuat dari sari kentang dan agar.

F0 bisa diumpamakan sebagai bayi jamur.

F1 adalah fase bibit berikutnya. Media di F1 adalah biji-bijian yang memiliki kandungan gizi tinggi, umumnya yang dipakai adalah jagung, sorghum, atau milet. Bibit F1 boleh diumpamakan sebagai anak kecil yang tumbuh dari fase bayi F0. Lalu terakhir adalah fase F2 yaitu fase remaja sampai dewasa bagi jamur.

Bibit F2

adalah bibit yang sudah dimasukkan ke dalam media tanam dari bahan serbuk gergaji (baglog) dan siap melewati proses pemutihan.

Bibit F1

boleh diumpamakan sebagai anak kecil yang tumbuh dari fase bayi F0. Lalu terakhir adalah fase F2 yaitu fase remaja sampai dewasa bagi jamur.

Bibit F2 adalah bibit yang sudah dimasukkan ke dalam media tanam dari bahan serbuk gergaji (baglog) dan siap melewati proses pemutihan.

Tadi sempat disebutkan masih ada F berikutnya. Bibit F2 bisa diturunkan lagi sampai F3 dengan media tanam sama dengan F2, begitu pun seterusnya. Namun kualitas bibit F3 tidak sebaik kualitas bibit F2 karena miselium sudah masuk fase dewasa dan sudah seharusnya masuk ke siklus panen. Pembuatan bibit F3 dan seterusnya hanya akan membuat miselium bertambah tua dan sama seperti manusia, akan merasakan penurunan fungsi tubuh. Kalau miseliumnya sudah kakek-kakek kan jadi sudah tidak kuat untuk menumbuhkan tubuh buah yang merupakan alat perkembangbiakan jamur.

Pembuatan bibit F3 dan seterusnya hanya akan membuat miselium bertambah tua dan sama seperti manusia, akan merasakan penurunan fungsi tubuh. Kalau miseliumnya sudah kakek-kakek kan jadi sudah tidak kuat untuk menumbuhkan tubuh buah yang merupakan alat perkembangbiakan jamur.

Masih bingung dengan penjelasan dinding teks barusan? Supaya lebih paham, langsung praktek saja. Untuk membantu menyerap informasi mengenai pembuatan bibit jamur, Jamur info membagi per fase per laman.

Supaya lebih paham, langsung praktek saja. Untuk membantu menyerap informasi mengenai pembuatan bibit jamur, MusHome membagi per fase per laman.

Cara Membuat Bibit F0 Jamur Tiram Putih

Cara Membuat Bibit F0 Jamur Tiram Putih

Bibit F0

Bibit F0 adalah bayi jamur yang ditumbuhkan pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar). Jadi pertama kita buat dulu media PDA. Ini bahan-bahan, peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan

  1. Agar-agar (bisa mere kapa saja, pilih yang tidak berwarna)
  2. Gula putih 30 gr
  3. Air bersih 1000 ml. Air dari sumur bisa dipakai tetapi lebih bagus air aquades (tidak harus)
  4. Kentang yang sudah dikupas 300 gr
  5. Kompor
  6. Panci
  7. Pisau
  8. Timbangan tabung ukur
  9. Sendok
  10. Cawan petri secukupnya
  11. Autoklaf atau versi murahnya panci presto

Cara pembuatannya seperti berikut:

  1. Kupas kentang dan timbang sebanyak 200 gram kemudian potong dadu ukuran 1×1 cm, lalu rebus sampai terlihat sarinya keluar. Setelah itu angkat kentangnya.
  2. Timbang agar-agar 20 gram dan gula putih 30 gram, lalu masukkan ke dalam panci sambil terus diaduk.
  3. Setelah mendidih, masukkan PDA yang masih cair ke dalam cawan petri. Biarkan mendingin dan mengental.
  4. Setelah PDA kental. Tutup cawan petri dan masukkan cawan petri ke dalam autoklaf atau panci presto, dan panaskan lagi selama 15 menit.
  5. Setelah selesai, biarkan cawan petri dingin kembali dan jangan dibuka.

Catatan penting: Proses memasak PDA dengan autoklaf atau panci presto disebut pasterisasi yaitu proses memanaskan media untuk mematikan bakteri dan kuman yang bisa merusak PDA. Kalau PDA rusak karena bakteri (tampak membusuk), PDA tersebut tidak bisa dipakai dan harus dibuat ulang dari awal.

Setelah PDA selesai dibuat, berikutnya adal proses pembibitan F0. Berikut bahan dan alat yang diperlukan:

  1. Jamur tiram yang masih segar
  2. Laminar sederhana untuk tempat melakukan proses pembibitan (Gambar 1)
  3. Spirtus pembakar bunsen (Gambar 2)
  4. Cuter steril
  5. Alkohol 95 persen
  6. Pinset
  7. Bahan
Cara Membuat Bibit F0 Jamur Tiram

Gambar 1. Laminar sederhana untuk proses pembibitan. Gambar 2. Pembakar bunseen

Pembuatan bibit F0 harus dilakukan di tempat yang steril. Instansi-instansi dengan modal besar biasanya menggunakan laminar air flow yang harga per unitnya mencapai jutaan rupiah. Untuk pemula yang masih belajar, cukup laminar sederhana seperti diatas. Bisa juga menggunakan akuarium bekas. Alkohol 95 persen, spiritus dan pembakar bunsen diperlukan untuk mensterilkan kotak pembibitan dan peralatan yang dipakai. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Sterilkan laminar sederhana dengan api bunsen kurang lebih selama 15 menit atau dapat juga dilakukan dengan menghidupkan lampu UV yang dipasang sebelumnya selama 15 menit.
  2. Semprot tangan dan peralatan dengan alcohol 70%
  3. Masukan peralatan perlengkapan ke dalam laminar
  4. Sterilisasi cutter dengan api diulang beberapa kali
  5. Sterilisasi pinset 5-10 detik diulang beberapa kali
  6. Siapkan cawan petri berisi PDA, siapkan jamur, sterilkan cutter sebelum penyayatan dan sayat tangkai bawah sepanjang 0,5 cm persegi secara searah
  7. Sterilkan salah satu sisi cawan petri, buka sedikit kemudian langsung masukkan sayatan batang bawah jamur ke dalam cawan petri. Lakukan ini didekat api bunseen dan kemudian tutup kembali.
  8. Teruskan sebanyak cawan petri yang sudah dibuat.
  9. Simpan cawan petri yang sudah berisi potongan jamur ke dalam penyimpanan yang gelap dan hangat.
  10. Tunggu miselium keluar dari potongan jamur dan memenuhi seluruh permukanan PDA
  11. Jika miselium sudah menutupi permukaan PDA, maka bibit F0 sudah siap untuk dilanjutkan ke bibit F1
Cara Membuat Bibit F0 Jamur Tiram

Gambar 3. Miselium mulai menyebar di permukaan PDA pada cawan petri

Proses pembuatan bibit F0 jamur tiram memakan waktu yang berda-beda, tergantung pada wadah media PDA. Jika menggunakan wadah cawan petri standar, waktu yang dibutuhkan untuk miselium tumbuh menutupi seluruh permukaan PDA kurang lebih dua minggu. Semakin luas permukaan PDA , makan semakin lama waktu yang dibutuhkan miselium untuk menutupi permukaan PDA.

TIPS Untuk menyisati waktu tunggu ini adalah menambah jumlah potongan jamur di permukaan PDA. dari masing-masing potongan jamur tersebut akan tumbuh miselium. Tunggu sampai seluruh miselium tercampur dan bibit F0 jamur tiram sudah siap untuk diturunkan menjadi bibit F1.

Cara Membuat Bibit F2 Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit F2 Jamur Tiram

Bibit F2 adalah bibit pada media tanam yang sudah siap memasuki siklus panen. Media yang digunakan untuk bibit F2 adalah serbuk kayu dan umumnya dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran 2 kg untuk memudahkan transportasi. Kantong plastik berisi serbuk kayu ini disebut baglog (bag berarti kantong dan log adalah kayu hasil aktivitas penebangan). Sama seperti sebelumnya, media tanam F2 perlu disiapkan dulu. Berikut langkah-langkahnya:

Bahan bibit

  1. Serbuk gergaji. Media tanam utama bagi jamur tiram
  2. Dedak. Berfungsi untuk memberi nutrisi tambahan bagi miselium jamur
  3. Bubuk kapur. Diperlukan untuk mengurangi tingkat keasaman baglog. Jika terlalu asam akan menghambat pertumbuhan miselium
  4. Tepung jagung. Sama seperti dedak, sebagai pemberi nutrisi tambahan
  5. Air bersih
  6. Kapuk. Untuk menyumbat mulut baglog. Miselium butuh kadar oksigen yang rendah untuk tumbuh dan kapuk bisa menjaga pertukaran oksigendi dalam baglog tetap kecil.
  7. Kantong plastik.
  8. Karet gelang

Peralatan

  1. Cangkul
  2. Tong besar
  3. Tungku
  4. Gas atau kayu bakar

Langkah berikutnya

  1. Curahkan serbuk gergaji diatas lantai dan tebar hingga merata
  2. Taburkan dedak, bubuk kapur, dan tepung jagung ke serbuk gergaji
  3. Aduk semua sampai merata, siram dengan air bersih dan terus aduk hingga basah merata
  4. Lalu kumpulkan media tanam yang sudah diaduk itu, bentuk seperti gunung kecil. Tutupi terpal dan plastik agar air tidak menguap keluar dan proses fermentasi media lebih optimal. Diamkan selama sehari
  5. Keesokan harinya, masukkan media tanam ke kantong plastik, padatkan
  6. Ambil sejumput kapuk dan masukkan ke mulut plastic lalu ikat
  7. Terus ulangi sampai media tanam habis
  8. Setelah. Selesai. Baglog siap masuk ke proses steririlasi.
  9. Letakkan drum besar di atas tungku. Isi air kurang lebih 20 liter. Beri penyangga agar baglog tidak tere`ndam air
  10. Masukkan baglog kedalam tungku, setelah selesai tutup rapat drum
  11. Siapkan bahan bakar dan mulai bakar.
  12. Lakukan proses ini selama 10 jam dalam suhu 120 derajat Celsius. Dihitung dari air mulai mendidih
  13. Setelah 10 jam. Dinginkan baglog

Baglog berisi media tanam sudah siap untuk digunakan sebagai bibit F2. Proses berikutnya adalah inokulasi, yaitu memasukkan bibit F1 ke baglog. Prosesnya masih sama dengan proses pembibitan F0 dan F1. Karena jumlah dan ukuran baglog yang besar, lakukan proses ini di dalam ruangan, ingat, sterilkan dulu ruangan dengan membersihkan dan semprot alcohol 70%. Berikut langkahnya.

  1. Hancurkan bibit F1 masih dalam kemasan dengan menggunakan spatula stainless, hingga membentuk butiran-butiran kecil (jangan terlalu halus), lalu buka tutup kemasan
  2. Buka karet pengikat plastik media tanam (baglog)
  3. gunakan pinset stainless untuk mengambil hancuran bibit F1 atau langsung dicurah dari botol bibit F1. (pengambilan bibit diperkirakan 1 botol f1 dibagi 20 s/d 25 baglog)
  4. lalu taburkan kepermukaan atas media tanam
  5. lalu pasang kembali karet dan tutup kembali
  6. Baglog siap disimpn diruangan khusus, pada proses pembuatan baglog langkah ini dinamakan proses inkubasi atau pertumbuhan miselium.

SKALA ACUAN KOMPOSISI ADONAN PADA PROSES PEMBUATAN BAGLOG

Komposisi dibawah ini untuk skala 200 baglog. Jika jumlah baglog yang ingin dibuat kebih banyak, perhitungan dapat dilakukan secara eksponensial

Bahan baku

  • serbuk gergaji =50kg
  • dedek =10kg
  • bubuk kapur CaCo2 =2kg
  • tepung jagung =3kg
Cara Memilih Bibit jamur Tiram Yang Bagus

Cara Memilih Bibit jamur Tiram Yang Bagus

keberadaan bibit jamur menjadi salah satu poin penting dalam bisnis udidaya jamur. Sebab, bibit jamur menjadi cikal bakal pertumbuhan jamur yang akan dibudidayakan. Bila bibit jamur yang digunakan kualitasnya baik, maka hasil panen jamur yang didapatkan juga akan berkualitas bagus. Dan begitu juga sebaliknya, bila bibit jamur yang digunakan kualitasnya kurang baik maka bisa dipastikan hasil panen jamur yang didapatkan juga belum bisa maksimal.

Untuk mendapatkan bibit jamur berkualitas, diperlukan beberapa rangkaian proses seperti menyiapkan media biakan, pengambilan eksplan, dan inokulasi eksplan hingga menghasilkan bibit jamur dengan kualitas unggul. Namun, bagi Anda yang menjalankan peluang bisnis jamur skala kecil (rumah tangga) proses pembuatan bibit F1 cenderung kurang praktis bila harus dikerjakan sendiri. Jadi lebih baik Anda membeli bibit jamur F3 melalui beberapa supplier yang terpercaya. Misalnya saja di laboratorium mikrobiologi/biologi yang dikembangkan perguruan tinggi atau perusahaan jamur skala besar yang ada di daerah Anda.

Karena itu, untuk membantu Anda mendapatkan bibit jamur yang berkualitas unggul. Berikut kami informasikan tips memilih bibit jamur agar hasil panen yang didapatkan bisa lebih optimal.

Tips Memilih Bibit Jamur

  • Secara umum pilihlah bibit yang benar-benar teruji. Anda bisa memilihnya berdasarkan nilai BER (biological efficiency ratio) jamur. BER merupakan persentase perbandingan antara jumlah berat jamur yang dihasilkan dengan berat media tanam jamur. Untuk idealnya BER jamur tiram dan jamur lingzhi sekitar 75%, jamur kuping 50-85%, jamur merang 30-35%, jamur shitake 35-75%, sedangkan untuk jamur champignon 25-40%.
  • Hindari bibit jamur yang miseliumnya tumbuh terlalu padat atau terlalu tipis. Karena  bibit jamur yang berkualitas biasanya memiliki miselium yang berwarna putih dan tumbuh merata ke seluruh media tumbuh.
  • Sebelum memilih bibit jamur, perhatikan pula masa kadaluarsanya. Sebab kualitas bibit jamur akan menurun bila sudah berumur lebih dari empat minggu sejak proses inokulasi (tanam). Bahkan bila sudah masuk masa kadaluarsa, bibit jamur tidak mampu berproduksi sama sekali.
  • Carilah referensi suplier bibit jamur dari para pengusaha maupun pembudidaya jamur yang sudah sukses menjalankan usahanya. Hal ini untuk menghindarkan Anda dari resiko penipuan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Cara Membuat Bibit F0 Jamur Tiram Putih

Cara membuat PDA Jamur Ini Tahapanya

Jamur merupakan tumbuhan yang tidak sempurna. tidak memiliki daun dan akar akan tetapi merupakan tumbuhan berhifa yang tumbuh di daerah yang lembab. Ada ribuan jenis jamur di dunia ini dan beberapa diantaranya dapat dikonsumsi manusia. Jamur memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk kesehatan. Jumlah konsumen jamur dari waktu ke waktu terus meningkat sementara produksinya tetap.

Potensi pemasaran produk jamur sangat luas akan tetapi produksinya masih terbatas pada wilayah wilayah tertentu sehingga di kota-kota besar terutama diluar jawa harga jamur tiram sangat tinggi. Kendalanya adalah petani jamur tidak bisa membuat bibit sendiri, melainkan membeli dari dinas tertentu atau pembibit tertentu. Biasanya petani hanya bisa langsung membeli baglog yang sudah jadi dan siap produksi. Maka perlu adanya edukasi dan pelatihan mengenai bagaimana cara membuat bibit jamur F0 dengan baik.


PEMBUATAN PDA

Dalam Pembuatan bibit jamur F0 terlebih dahulu harus membuat PDA (Potatoes Dextrose Agar), alat dan bahan yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut.

  1. Bahan
  2. Agar 20 gram
  3. Sukrosa atau gula putih 30 gram
  4. Air 1000 ml
  5. Kentang yang telah dikupas 200 gram
  6. Alat yang dipersiapkan
  7. Kompor
  8. Panci
  9. Pisau
  10. Timbangan
  11. Tabung ukur
  12. Kasa penyaring
  13. Gelas kimia
  14. Magnetic stirrer
  15. Tabung reaksi sebanyak bibit yang akan diproduksi yang telah di sterilisasi
  16. Autoclaf

Cara pembuatannya adalah sebagai berikut.

  1. Kupas kentang dan timbang sebanyak 200 gram kemudian potong dadu ukuran 1×1 cm
  2. Timbang agar 20 gram dan sukrosa 30 gram
  3. Rebus kentang yang telah dikupas tadi sambil di aduk sampai mendidih kemudian angkat dan tiriskan kemudian saring dengan kasa dan masukan gelas kimia
  4. Masukan agar dan sukrosa kedalam larutan sari kentang tadi dan aduk dalam magnetic stirerdan tunggu sampai mendidih
  5. Setelah mendidih kemudian matikan magnetic stirer dan angkat PDA potato destrose agar
  6. Masukan larutan PDA kedalam gelas kimia tadi dan kemudian tutup dengan plastik
  7. Setelah selesai semua kemudian seluruh PDA di sterilisasi kembali

PEMBIBITAN JAMUR TIRAM

Selanjutnya cara membuat bibit F0, langkah langkahnya adalah sebagai berikut.

  1. Alat
  2. Kotak inkas
  3. Bunseen
  4. Cuter steril
  5. Alkohol 95 persen
  6. pinset
  7. bahan
  8. Batang jamur

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

  1. Seterilisasi ruangan inkas dengan api bunseen 15 menit
  2. Semprot tangan dan peralatan dengan alkohol 95 persen
  3. Masukan peralatan perlengkapan kedalam ruangan inkas
  4. Sterilisasi cutter dengan api diulang beberapa kali
  5. Sterilisasi pinset 5-10 detik diulang beberapa kali
  6. Siapkan tabung reaksi PDA, buka kapas penutup, siapkan jamur, sterilisasi cutter sebelum penyayatan dan sayat tangkai bawah sepanjang 0,5 cm persegi secara searah
  7. Sterilisasi mulut tabung reaksi PDA kemudian masukan sayatan batang bawah jamur kedalam tabung reaksi PDA diatas api bunseen dan kemudian tutup dengan kapas penutup yang telah disterilisasi dahulu.
  8. Kemudian sterilisasri diatas api secara berulang ulang
  9. Proses pembuatan bibit jamur selesai.

Setelah itu tunggu proses inkubasi selama 7-10 hari di ruang gelap, setelah 7-10 hari bibit jamur F0 siap dipakai