Faktor Kegagalan Dalam Produksi Baglog

Faktor Kegagalan Dalam Produksi Baglog

Kegagalan dalam budidaya jamur tiram

Dalam pembuatan baglog jamur tiram, seringkali timbul yellow spot, green spot, gagal menumbuhkan miselium, perkembangan miselium lambat, baglog membusuk, dsb.

Kegagalan ini sebenarnya disebabkan oleh berbagai macam faktor, memang faktor kegagalan ini harus juga diperhitungkan agar kita siap dalam mengantisipasinya.

Seringkali faktor sterilisasi media dianggap sebagai satu-satunya sebab dalam kegagalan.

Padahal proses sterilisasi media hanya merupakan salah satu penyebab saja. Dalam berbagai analisa rekan-rekan, literatur, pengalaman, faktor-faktor kegagalan ini dapat disebabkan berbagai macam sebab. Posting kali ini mencoba sedikit menganalisa sebab-sebab tersebut dan sedikit antisipasinya.
Jika dari sahabat dan rekan-rekan memiliki pengalaman yang lain kami mohon kritik, saran, dan tentunya feedback nya agar juga menambahkan posting ini.

Faktor dari serbuk kayu yang digunakan

Media kayu adalah media utama dalam penumbuhan jamur ini. Jadi sangat penting untuk memperhatikan jenis serbuk kayu yang digunakan. Hendaknya untuk mempermudah budidaya, jenis kayu yang digunakan homogen atau tidak bercampur. Ini berpengaruh dalam lamanya waktu pengomposan dan juga tentunya perkembangan miselium. Untuk wilayah di pulau jawa, paling mudah menggunakan jenis kayu sengon laut. Pencampuran dengan jenis lainnya boleh dilakukan tetapi hendaknya 80% bersifat homogen.Seringkali kegagalan timbul karena pencampuran ini tidak terkontrol, apalagi tercampur dengan jenis kayu yang bergetah seperti kayu pinus, damar, cemara, dan sebagainya.
Penting juga untuk memperhatikan apakah dari penggergajian kayu, serbuk gergaji tersebut terkena tumpahan oli atau tidak, karena sangat beresiko jika digunakan dalam budidaya

Faktor PH

Dalam pencampuran media baglog, tingkat PH dari serbuk gergaji harus diperhatikan dengan benar di kisaran 7. PH yang terlalu basa (poin 7 keatas hingga 8) akan menyebabkan kegagalan. Karena faktor PH ini lah, dalam budidaya diperlukan pengomposan. Metoda pengomposan dari masing-masing pebudidaya memang lain-lain, tapi tujuannya satu yaitu menurunkan PH serbuk gergajian. Metoda itu antara lain:
  • Setelah mencampur, dibiarkan semalam, lalu baru dimasukkan ke dalam kantong baglog
  • Dengan mencampurkan EM4 untuk mempercepat pengomposan
  • Mencampur serbuk gergajian dengan kapur lalu dibiarkan minimal 3 minggu untuk pengomposannya.

Penting sekali untuk memeriksa kondisi PH ini sebelum dimasukkan ke dalam kantong. Pemeriksaan bisa dengan PH meter atau kertas lagmus. Ada pengalaman dari rekan-rekan, jika PH masih di kisaran 7,5 – 8, campuran diberi sedikit campuran air cuka.. lalu diperiksa kembali, setelah PH di sekitar 7, baru dimasukkan ke dalam kantong.

Faktor AIR

Dalam menambahkan kadar air, seringkali kita memang tidak memeriksa air yang digunakan. Ada yang menggunakan air sumur, air PDAM, atau malah air kali biasa. Kandungan kimia pada air tersebut terkadang tidak kita ketahui, jika terdapat kandungan yang mungkin saja bisa menggagalkan dalam proses budidaya, hal ini tentunya tidak kita inginkan. Cara sederhana untuk mengatasinya adalah, air yang akan kita gunakan hendaknya diendapkan dahulu, bisa juga dengan mencampurkan arang untuk menetralisir dan memurnikan air.

Faktor campuran yang kurang baik
Kadar dari campuran memang bermacam-macam dari masing-masing pebudidaya, tetapi rata-rata menggunakan nutrisi sekitar 10%-15%, ada yang maksimal hingga 20% dari berat gergajian. Nutrisi yang kami maksud di sini adalah perbandingan bekatul atau jagung.
Pastikan bahan yang digunakan dalam campuran masih dalam kondisi segar dan baru, tentunya kualitasnya juga harus baik.

Penting sekali untuk segera melakukan sterilisasi setelah campuran dimasukkan ke dalam kantong baglog. Karena setelah dimasukkan ke dalam plastik, akan timbul gas fermentasi yang dapat melambatkan tingkat kecepatan tumbuh miselium nantinya, atau bahkan menghentikannya sama sekali.


Faktor sterilisasi

Nah.. faktor ini yang sering menjadi momok pada budidaya. Metodanya banyak sekali, ada yang menggunakan tong, ada yang menggunakan steamer beton, plat baja. Ada yang langsung dipanaskan, ada yang menggunakan boiler sebagai penghasil uap panasnya. Intinya cuma satu, bagaimana metoda yang digunakan tersebut dapat memanaskan media baglog hingga 100 derajat C dan mematikan semua bakteri yang ada. Sehingga baglog yang sudah steril tersebut dapat tumbuh miseliumnya setelah ditanamkan bibit di dalamnya.

Air yang digunakan dalam memanaskan baglog juga sebaiknya harus selalu baru dan bersih.

Faktor kesalahan dalam inokulasi

Dalam melakukan inokulasi bibit jamur tiram putih, kondisi baglog setelah melalui proses sterlilisasi harus memiliki suhu yang pas..
Suhu baglog yang masih terlalu panas dapat menyebabkan kegagalan, begitu juga sebaliknya, suhu yang sudah terlalu dingin juga dapat menimbulkan kegagalan.
Suhu yang baik kira-kira di kisaran 35-38 derajat C (masih hangat sedikit, tapi tidak panas)
Jangan pula misalnya sudah lebih dari 2 hari keluar dari steamer proses sterilisasi, baru dilakukan proses inokulasi, ini sudah terlalu dingin.
Indikasi faktor inokulasi berhasil dapat dilihat seperti foto di bawah ini, walau hanya baru 3 hari, perkembangan
miselium sudah terpantau dengan menyebarnya pengapasan.

Faktor bibit jamur yang kurang baik

Bibit jamur tiram putih sangat penting sekali dalam menentukan tingkat keberhasilan dalam budidaya jamur tiram putih. Kualitas bibit ini sangat menentukan keberhasilan. Jangan menggunakan bibit yang sudah terlalu tua. Itu sebabnya sebaiknya jika membeli bibit, janganlah yang kondisi sudah 100% miseliumnya, karena kita sendiri tidak tahu sudah berapa lama umur bibit itu sendiri. Bibit yang sudah terlalu tua (apalagi sudah tumbuh jamurnya) kurang baik untuk digunakan. Bibit yang berumur masih muda memiliki kekuatan yang lebih baik.
Dalam membeli bibit sebaiknya dalam kondisi 70% atau 80% miseliumnya. Dan segera digunakan setelah miselium menyelimuti botol (100%). Jika masih tertunda penggunaannya, maksimal seminggu setelah miselium bibit mencapai 100% sudah harus digunakan.
Dalam pembuatan bibit juga perlu diperhatikan dengan baik sejak dari proses di PDA. Jika perkembangan miselium di PDA sangat tebal dan bagus, InsyaALLAH selanjutnya jika diturunkan ke F1 dan F2 akan bagus terus. Contoh PDA yang bagus seperti pada foto botol sebelah kiri.


Komposisi bibit

Ada baiknya kita juga tahu komposisi nutrisi dari bibit yang akan kita gunakan. Komposisi nutrisi pada bibit jamur tiram menentukan kualitas kekuatan miselium dalam perkembangan di baglog nantinya. Indikasi sederhananya dapat terlihat pada warna putih miselium di botol bibit. Jika putihnya berwarna sangat putih, ini mengindikasikan nutrisi nya baik, tapi jika warna putihnya hanya semu saja, ini mengindikasikan
.
tampak foto miselium putihnya tebal
walaupun masih kondisi 20%

Faktor kebersihan ruang inkubasi

Pada ruang inkubasi, faktor kebersihan, sirkulasi udara, kelembaban juga harus sangat diperhatikan. Bisa jadi semua faktor sudah terlewati dengan baik, dan perkembangan miselium juga baik, tetali karena ruang inkubasi kurang bersih, perkembangan miselium justruk menjadi lambat dan malah terhenti sama sekali. Ada baiknya ruang inkubasi secara rutin dilakukan sterilisasi dengan menyemprotkan formalin 2% sebelum diisi baglog, ini untuk meyakinkan bersih dan sterilnya ruang inkubasi itu sendiri.
Mungkin masih ada beberapa faktor lagi yang terlewat bisa ditambahkan kemudian..
Raup Rp 1 Milyar Setiap bulan dari Budidaya Jamur Tiram Putih

Raup Rp 1 Milyar Setiap bulan dari Budidaya Jamur Tiram Putih

Cianjur — Olahan jamur kini memang tengah digandrungi dan semakin banyak restoran, kafe, hotel yang menghidangkan menu jamur. Karenanya, usaha budidaya jamur tiram masih eksis hingga sekarang.

Salah satunya yang sukses adalah pembudidaya jamur tiram asal Cianjur, Triono Untung Piryadi. Jaringan pemasaran jamur tiram tidak hanya di daerah Cianjur saja, tetapi sudah merambah Jakarta, Bogor, hingga sebagian lain Jawa Barat. Triono mampu menjual benih jamur tiram hingga ke Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

“Harga jual jamur cenderung stabil, saat ini sekitar Rp 14 ribu per kilogram,” ungkap wirausahawan alumnus UGM itu. Melalui CV Asa Agro Corporation (AAC) yang didirikannya 15 tahun lalu, omset usaha jamurnya telah mencapai Rp 1 milyar per bulan. Tiap hari, ia bisa menjual 3 – 5 ton jamur tiram dan 12 ribu baglog benih per hari.

Tiap satu kilogram jamur dijual sekitar Rp 14 ribu dan harga satu baglog benih jamur Rp 4 ribu. “Usaha saya seluas 3 hektare dengan mempekerjakan 150 karyawan. Setidaknya saya sudah membina 50 plasma yang tersebar di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi,” kata alumnus Fakultas Pertanian ini.

Triono selalu mencoba dalam pengembangan budidaya jamurnya,

“Awalnya saya hanya produksi 5 kilogram per hari.

Maka jika panen 10 kilogram per hari mau jualnya susah sekali. Para pengecer di pasar banyak yang menolak jamur produksi kita. Menurut mereka, sudah punya pasar sendiri. Saya tidak putus asa. Saya terus mencoba menjual jamur karena saya yakin jamur yang saya kembangkan bisa menang di kualitas dan kemasan,” tuturnya.

Biaya produksi untuk satu siklus meliputi kubung ukuran 8 x 6 m2 dengan kapasitas 5 ribu log sekitar Rp 14,2 juta sudah termasuk baglog.

“Panen bisa mencapai 1.750 kilogram dengan harga Rp 11.500 per kilogram. Paling tidak bisa diperoleh pendapatan Rp 20,1 juta atau keuntungan per siklus sekitar Rp 5,9 juta. Untuk mendapatkan panen jamur yang stabil setiap hari paling tidak dibuat 5 kubung,” tuturnya semangat.

Tentang upaya pengendalian hama dan penyakit, formula perangkap serangga buatannya sangat sederhana. “Cukup menggunakan oli bekas. Caranya, oles oli disekeliling kubung sehingga hama atau serangga menempel pada oli tersebut. Harganya murah dan aman,” ujar Triono.

Kasubdit Sayuran Daun dan Jamur, Indra Husni saat mengunjungi lokasi mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi jamur di tengah peluang tingginya permintaan pasar.

“Saat ini kebutuhan pasar belum bisa dipenuhi oleh petani jamur. Peluang usaha budidaya dan usaha olahan jamur masih terbuka luas. Usaha pak Triono ini patut dicontoh kaum milenial,” ungkap Indra Husni.

Indra menambahkan Kementerian Pertanian bersama dinas pertanian daerah bertugas melakukan pembinaan atau fasilitasi kepada petani jamur. Kami akan dorong sertifikasi benihnya.

Supriatna Hasan, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Cianjur mengatakan masyarakat di Cianjur sudah lama mengenal budidaya jamur. “Dulunya jamur tiram banyak didatangkan dari Bandung. Tapi sekarang sudah banyak yang mengembangkan sendiri, karena prospeknya bagus,” ujar pria yang akrab dipanggil Abah Hasan ini.

Nama dan Istilah dalam dunia budidaya jamur

Nama dan Istilah dalam dunia budidaya jamur

Nama dan Istilah dalam dunia budidaya jamur

SPORA

Sel kelamin yang dihasilkan secara generatif atau seksual oleh cendawan atau jamur untuk berkembang biak. Secara teknis fungsi spora sama dengan biji pada tanaman yaitu memudahkan untuk persebaran yang mempertahankan keturunan. Apabila spora jatuh pada tempat yang cocok untuk tumbuh maka ia akan berkecambah membentuk hifa

HIFA

Benang-benang halus bagian dari cendawan atau jamur yang termasuk dalam tubuh vegetatif. Hifa adalah istilah untuk benang yang tunggal, apabila jumlahnya banyak dan tersusun rapat disebut misellium

MISELLIUM

Kumpulan dari hifa-hifa yang membentuk masa rapat atau membentuk koloni (berkumpul) . Contoh misellium yaitu seperti pada tempe

PRIMORDIA

Awal perkembangan dari tubuh buah jamur basidiomicetes. Istilah yang biasa dipakai dalam jamur budidaya di indonesia yaitu pinhead. Primordia ini akan berkembang membentuk tubuh buah yang berukuran sempurna seiring berkembangnya waktu

TUBUH BUAH

Struktur padat bagian dari jamur yang biasanya terdiri dari batang, tudung dan bagian reproduksi. Tubuh buah ini dalam jamur budidaya yang akan dipanen dan diolah menjadi bahan makanan untuk dikonsumsi oleh manusia atau diolah sebagai bahan obat.

LAMELA

Bagian dari tubuh buah yang letaknya di bawah tudung dan berbentuk seperti lembaran- lembaran. Pada lamela biasanya tersimpan kumpulan spora untuk reproduksi

SAPROFIT

Istilah untuk kelompok makhluk hidup yang memanfaatkan bahan sederhana di lingkungan tumbuhnya untuk pertumbuhan dan perkembangan tanpa melakukan penyederhanaan zat lagi. Kelompok ini tidak merugikan organisme lain yang ditumpanginya sebagai inang. mereka membutuhkan inang hanya untuk berpegangan

INANG

Organisme yang digunakan sebagai tempat hidup oleh organisme lain hidup. Contoh anggrek menempel pada pohon pinus, pinus sebagai inang. Contoh lain tumbuhan benalu pada pohon teh

INOKULASI

Penanaman bahan atau bibit organisme pada media pertumbuhan berupa media buatan atau inang. Istilah lain dari inokulasi yaitu penularan karena pada perkembangannya seperti menular. Inokulasi dalam pembudidayaan jamur konsumsi dan berkhasiat obat dilakukan secara aseptik.

INKUBASI

Istilah untuk penyebaran, penularan, infeksi atau pembiakan misellium jamur setelah inokulasi. Pada masa ini misellium akan bertambah banyak dan rapat pada media tumbuh.ASEPTIK
Kondisi lingkungan yang bebas dari organisme yang tidak diharapkan yang kehadirannya dapat mengganggu atau memperburuk pertumbuhan organisme inti yang ingin dibiakkan atau dipelihara. Aseptik dapat disamakan dengan istilah steril. Penanaman secara aseptik adalah penanaman secara steril tanpa ada organism lain

SEPTIK

Kondisi lingkungan yang mengandung banyak organisme kompleks dan keberadaannya dapat mencemari / mengkontaminasi organisme inti yang dipelihara. Istilah septik ini juga digunakan pada penampungan kotoran (septic tank) karena memang sangat kotor dan mengandung banyak penyakit..KONTAMINASI
Kondisi lingkungan dimana organisme lain yang tidak diharapkan tumbuh dan mencemari pertumbuhan organisme inti. Kontaminasi terjadi karena proses sterilisasi yang kurang baik atau cara inokulasi yang tidak aseptik, selain itu lingkungan yang kotor juga dapat menyebabkan kontaminasi.

KONTAMINAN

Organisme kontaminasi / penyebab kontaminasi. Contohnya Trichoderma pada kultur Pleurotus

ISOLASI

Pemisahan organisme dari organisme lain dengan tujuan tidak saling mencemari. Istilah ini juga dapat mengandung arti pemurnian organisme / dikumpulkan secara spesifik jenis. Biasanya isolasi mengandung arti pula pemindahan dari ekvitro ke invitro (dari alam ke kultur steril). Contohnya pembuatan biakan murni dari jamur tiram yang diambil langsung dari alam.

STERILISASI


Proses pembebasan medium dari segala organisme dengan cara eliminasi / pemusnahan. Sterilisasi bisa dilakukan secara fisik, kimiawi atau radiasi. Cara yang umum dilakukan dalam sterilisasi yaitu dengan pemanasan seperti direbus, dikukus atau dengan menggunakan autoklaf bertekanan.PDA
Potato Dextrose Agar, yaitu suatu media tumbuh yang biasa digunakan dalam kultur cendawan. Media PDA terdiri dari ekstrak kentang, gula golongan monosakarida dektrose dan agar sebagai pemadat media.

BIBIT F0

Istilah yang diberikan untuk biakan murni cendawan pada media kultur aseptik. Ada perbedaan persepsi tentang penggunaan istilah ini, sebagian orang tidak menggunakan istilah ini untuk biakan murni tapi menggunakan istilah F1 karena mereka menganggap biakan murni merupakan biakan dari jamur lapang.

BIBIT F1

Istilah untuk bibit hasil dari turunan atau subkultur (penanaman ulang) biakan murni. Bibit ini biasanya menggunakan biji-bijian murni sebagai media tumbuh.

BIBIT F2

Istilah untuk bibit hasil dari turunan atau subkultur F1. Bibit ini biasanya tidak lagi menggunakan media biji-bijian murni sebagai media tetapi sudah ditambah media lain seperti serbuk gergaji atau merang padi. Pada kenyataannya ada diantara petani jamur budidaya yang tetap menggunakan biji-bijian murni sebagai medianya.

BAGLOG

Media tanam jamur yang digunakan sebagai bahan produksi jamur. Pada media ini nantinya akan dikondisikan agar tumbuh jamur. Istilah baglog mengandung arti kantung (bag) media berbentuk kayu gelondongan (log). Ketika plastik media dilubangi atau sobek, dari lubang itulah akan tumbuh jamur

Cara penyiraman jamur tiram yang baik dan benar

Cara penyiraman jamur tiram yang baik dan benar

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi tentang cara menyiram jamur tiram. jadi setelah teman-teman mempersiapkan torrent atau bak penampung air dan juga kompresor mangkah selanjutnya adalah menyiram jamur tiram.
Prinsip penyiraman ini adalah lebih baik sedikit demi sedikit tapi rutin daripada sekali langsung banyak. Jangan sampai penyiraman ini membuat log rusak atau bahkan terlalu basah. Jika baglog terlalu basah nanti spora dan juga serbuk gergaji akan membusuk. Hal ini akan menyebabkan tumbuhnya ulat dan jamur jamur liar.
Untuk waktu penyiraman jamur tiram itu sendiri. Dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dimana anda membudidayakan jamur tiram. jika anda membudidayakannya didaerah yang panas dan kering maka penyiraman akan lebih rutin. Tetapi jika daerah Anda dingin dan lembab maka untuk penyiraman nya agak sedikit ringan. Untuk mempermudah pembahasan akan saya bagi waktu penyiraman sebagai berikut.

1. Penyiraman jamur tiram pada waktu pagi hari

Untuk penyiraman pada waktu pagi hari ini biasanya dilakukan setelah pemanenan. Setelah Anda membersihkan semua sisa hasil panen dan memastikan bahwa lantai serta ruangan untuk budidaya jamur tiram bersih, maka anda baru boleh menyiram jamur tiram tersebut. jangan sampai menyiram ketika masih terdapat banyak sisa-sisa panen. karena hal ini akan menyebabkan pembusukan dan bau ruangan yang tidak sedap. Hal ini akan menyebabkan banyak hama yang akan masuk kedalam kandang jamur tiram anda.
Untuk penyiraman pada waktu pagi hari ini bisa sedikit banyak akan tetapi jangan sampai penyiraman membuat baglog terlalu basah. Anda bisa membasahi seluruh permukaan jamur tiram secara merata dengan menggunakan kompresor bertekanan tinggi. pastikan penyiraman menggunakan kompresor dengan tekanan tinggi akan tetapi mata kompresor diperkecil sehingga air akan keluar seperti kabut yang akan menyirami jamur.

2. Penyiraman jamur tiram pada waktu siang hari

Biasanya penyiraman ini dilakukan ketika suasana sudah tidak terlalu terik. Bisa jam 01.00 atau bahkan jam 02.00. Sehingga ruangan tidak terlalu panas ketika kita melakukan penyiraman. akan tetapi jika suhu ruangan terlalu tinggi dan suasana sangat amat terik. Anda boleh menyiram pada waktu itu misalkan saja jam 12.00 siang. hal ini dimaksudkan agar jamur tiram tidak keriting bahkan mati.
Untuk penyiraman pada baglog yang anda lakukan di siang hari ini tujuan utamanya adalah menurunkan suhu ruangan dan juga menurunkan suhu pada baglog jamur tiram. Penyiraman ini bisa dilakukan dengan menyemprot lantai pada kandang jamur tiram. Penyiraman ini juga bisa disemprot secara langsung di baglog bagian belakang sehingga suhu pada baglog bisa agak sedikit turun. penyiraman ini juga bisa dilakukan dengan menyemprotkan ke udara agar kelembaban bisa lebih terjaga.

3. Penyiraman jamur tiram pada waktu sore hari

Sebenarnya untuk penyiraman pada waktu sore hari ini boleh dilakukan dan juga boleh tidak dilakukan. Hal ini tergantung dari kebutuhan di daerah anda. jika anda membudidayakan jamur tiram pada waktu musim penghujan penyiraman pada sore hari tidak perlu. Karena akan membuat jamur tiram yang dibudayakan menjadi sangat basah sehingga kualitasnya akan menurun. perlu Anda ketahui bahwa pemanenan jamur tiram biasanya dilakukan sore sampai malam hari atau pagi hari. Sehingga kalau anda menyiram jamur tiram terlalu basah pada waktu ini akan menyebabkan jamur anda kurang bagus kualitasnya dan harganya akan turun di pasaran.
Salah satu trik yang bisa anda lakukan untuk menjaga kualitas jamur tiram adalah dengan cara menyiram lantai dan udara bebas. Sehingga yang berubah adalah suhu dan kelembabannya bukan pada tingkat kebahasaan jamur tiram itu sendiri. Untuk penyiraman pada waktu sore hari ini saya sarankan untuk menggunakan kompresor tekanan tinggi dan mata kompresor yang sangat kecil. sehingga akan keluar seperti kabut dan hanya akan membuat ruangan menjadi lebih lembab dan stabil yaitu kisaran antara 16 sampai 25 derajat Celcius.
Untuk selanjutnya silahkan kita diskusikan di kolom komentar. Sampai jumpa di postingan selanjutnya semoga bernilai pahala.
CARA MENGELOLA USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

CARA MENGELOLA USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

CARA MENGELOLA USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

Operasional Produksi Baglog jamur

Setiap pengusaha budidaya jamur tiram selalu memperhitungkan setiap elemen dalam pengerjaan budidayanya. Pengerjaan pembuatan baglog yang harus diperhitungkan adalah :

Pemilihan serbuk gergaji

dalam memilih serbuk gergaji disarankan supaya memilih yang berumur lebih dari tiga bulan atau lebih lama lebih baik, jika serbuk gergaji baru maka harus dikomposkan terlebih dahulu selama sekitar 3 – 4 minggu, karena tingkat resiko kegagalan tinggi bila menggunakan serbuk baru, hasilnya menjadi tidak efektif dan efisien.

Proses pengayakan serbuk gergaji

sebaiknya dalam mengayak serbuk gergaji tersebut masih dalam keadaan kering supaya efisien tenaga.
Pencampuran media baglog, sebaiknya dilakukan saat serbuk gergaji masih dalam keadaan kering supaya tidak terjadi penggumpalan dengan bahan baku lainnya yang justru akan menghambat pengerjaan, dalam keadaan kering hasilnya akan menjadi lebih merata. Dalam keadaan masih kering campur dan aduklah sedikit demi sedikit dari ujung sampai ke ujung.

Kalau sudah merata lakukan pengadukan yang sama sambil menyiramkan air secara bersamaan.

Pengepakan baglog

supaya cepat dalam pengerjaannya jangan terlalu memadatkannya dan gunakan alat press, kalau belum punya buatlah alat press yang sederhana saja, selain cepat bentuknya juga lebih bagus, kalaupun tidak juga tidak apa-apa. Kepak baglog dan tali menggunakan raffia.

Sterilisasi menggunakan alat steamer

bisa juga menggunakan tong/drum, jika menggunakan tong/drum, masukkan baglog tersebut kedalam tong, baglog yang ditali menggunakan raffia bisa lebih efisien karena isi didalam tong akan lebih banyak.

Inokulasi

sebaiknya lakukan inokulasi bibit f3 ke baglog dengan dua orang, yang satu melakukan penanaman bibit f3 ke baglog dan yang satunya lagi melakukan pemasangan cincin dan penutupan, dengan begitu hasilnya akan lebih cepat dan lebih steril.

Inkubasi

dalam masa inkubasi ruangan yang digunakan harus bersih dan memiliki suhu ruangan atau cenderung hangat, berbeda dengan kumbung.

Mengelola Keuangan

Bagian penting dalam bisnis khususnya budidaya jamur tiram adalah masalah keuangan, karena sebagian besar kegiatan dalam bisnis pasti menggunakan uang. Mengatur agar tidak terjadi kerugian karena salah perhitungan sebaiknya harus melakukan :

Perencanaan keuangan secara tertulis

karena jika hanya diangan-angan saja biasanya akan lalai dan mengalami kerugian tapi tidak tahu berapa ruginya, tapi jika direncanakan secara tertulis bisa meminimalkan kerugian jika terjadi dan tahu bagaimana mengatasinya.
Pisahkan uang hasil usaha budidaya jamur tiram dengan uang pribadi/anggaran rumah tangga, karena menurut pegalaman yang saya lihat sering sekali pedagang-pedagang kebanyakan malah mencampurnya, bila mereka ditanya untung atau rugi, kebanyakan mereka menjawab untung tapi yang menyedihkan mereka tidak tau berapa untungnya dan hanya perkiraan saja,

dan lebih parahnya lagi ada yang menjawab tidak tau untung/rugi, karena itulah usaha mereka ya terlihat begitu-begitu saja dan tidak ada perkembangan sama sekali dan bahkan ada yang gulung tikar.
Sisihkan, sisihkan penghasilan budidaya jamur tiram sebagian untuk ditabung dan sebagian untuk dibelanjakan sebagai biaya usaha (disebut kas kecil) tentukan kas kecil menurut pengeluaran tiap hari/bulanya yang anda keluarkan dengan syarat pengeluaran/biaya tetap (bahan baku, listrik&air, transportasi, dll) ,

jika ada pengeluaran yang tidak terduga diluar biaya tetap boleh mengambil dari tabungan.
Tekan biaya, jika anda ingin menekan biaya usahakan supaya mempercepat uang yang masuk dan perlambat uang yang keluar, karena dengan begitu uang yang masih tertahan masih bisa untuk diputar lagi supaya mendapatkan keuntungan yang lebih.

Salah satu caranya adalah seperti pembelian bahan baku serbuk gergaji, bekatul, jagung, belilah pada langganan anda dengan cara kredit/hutang dengan begitu sisa uang yang seharusnya dibayar cash bisa digunakan untuk hal yang lainnya sebagai investasi.