Nama dan Istilah dalam dunia budidaya jamur

Nama dan Istilah dalam dunia budidaya jamur

Nama dan Istilah dalam dunia budidaya jamur

SPORA

Sel kelamin yang dihasilkan secara generatif atau seksual oleh cendawan atau jamur untuk berkembang biak. Secara teknis fungsi spora sama dengan biji pada tanaman yaitu memudahkan untuk persebaran yang mempertahankan keturunan. Apabila spora jatuh pada tempat yang cocok untuk tumbuh maka ia akan berkecambah membentuk hifa

HIFA

Benang-benang halus bagian dari cendawan atau jamur yang termasuk dalam tubuh vegetatif. Hifa adalah istilah untuk benang yang tunggal, apabila jumlahnya banyak dan tersusun rapat disebut misellium

MISELLIUM

Kumpulan dari hifa-hifa yang membentuk masa rapat atau membentuk koloni (berkumpul) . Contoh misellium yaitu seperti pada tempe

PRIMORDIA

Awal perkembangan dari tubuh buah jamur basidiomicetes. Istilah yang biasa dipakai dalam jamur budidaya di indonesia yaitu pinhead. Primordia ini akan berkembang membentuk tubuh buah yang berukuran sempurna seiring berkembangnya waktu

TUBUH BUAH

Struktur padat bagian dari jamur yang biasanya terdiri dari batang, tudung dan bagian reproduksi. Tubuh buah ini dalam jamur budidaya yang akan dipanen dan diolah menjadi bahan makanan untuk dikonsumsi oleh manusia atau diolah sebagai bahan obat.

LAMELA

Bagian dari tubuh buah yang letaknya di bawah tudung dan berbentuk seperti lembaran- lembaran. Pada lamela biasanya tersimpan kumpulan spora untuk reproduksi

SAPROFIT

Istilah untuk kelompok makhluk hidup yang memanfaatkan bahan sederhana di lingkungan tumbuhnya untuk pertumbuhan dan perkembangan tanpa melakukan penyederhanaan zat lagi. Kelompok ini tidak merugikan organisme lain yang ditumpanginya sebagai inang. mereka membutuhkan inang hanya untuk berpegangan

INANG

Organisme yang digunakan sebagai tempat hidup oleh organisme lain hidup. Contoh anggrek menempel pada pohon pinus, pinus sebagai inang. Contoh lain tumbuhan benalu pada pohon teh

INOKULASI

Penanaman bahan atau bibit organisme pada media pertumbuhan berupa media buatan atau inang. Istilah lain dari inokulasi yaitu penularan karena pada perkembangannya seperti menular. Inokulasi dalam pembudidayaan jamur konsumsi dan berkhasiat obat dilakukan secara aseptik.

INKUBASI

Istilah untuk penyebaran, penularan, infeksi atau pembiakan misellium jamur setelah inokulasi. Pada masa ini misellium akan bertambah banyak dan rapat pada media tumbuh.ASEPTIK
Kondisi lingkungan yang bebas dari organisme yang tidak diharapkan yang kehadirannya dapat mengganggu atau memperburuk pertumbuhan organisme inti yang ingin dibiakkan atau dipelihara. Aseptik dapat disamakan dengan istilah steril. Penanaman secara aseptik adalah penanaman secara steril tanpa ada organism lain

SEPTIK

Kondisi lingkungan yang mengandung banyak organisme kompleks dan keberadaannya dapat mencemari / mengkontaminasi organisme inti yang dipelihara. Istilah septik ini juga digunakan pada penampungan kotoran (septic tank) karena memang sangat kotor dan mengandung banyak penyakit..KONTAMINASI
Kondisi lingkungan dimana organisme lain yang tidak diharapkan tumbuh dan mencemari pertumbuhan organisme inti. Kontaminasi terjadi karena proses sterilisasi yang kurang baik atau cara inokulasi yang tidak aseptik, selain itu lingkungan yang kotor juga dapat menyebabkan kontaminasi.

KONTAMINAN

Organisme kontaminasi / penyebab kontaminasi. Contohnya Trichoderma pada kultur Pleurotus

ISOLASI

Pemisahan organisme dari organisme lain dengan tujuan tidak saling mencemari. Istilah ini juga dapat mengandung arti pemurnian organisme / dikumpulkan secara spesifik jenis. Biasanya isolasi mengandung arti pula pemindahan dari ekvitro ke invitro (dari alam ke kultur steril). Contohnya pembuatan biakan murni dari jamur tiram yang diambil langsung dari alam.

STERILISASI


Proses pembebasan medium dari segala organisme dengan cara eliminasi / pemusnahan. Sterilisasi bisa dilakukan secara fisik, kimiawi atau radiasi. Cara yang umum dilakukan dalam sterilisasi yaitu dengan pemanasan seperti direbus, dikukus atau dengan menggunakan autoklaf bertekanan.PDA
Potato Dextrose Agar, yaitu suatu media tumbuh yang biasa digunakan dalam kultur cendawan. Media PDA terdiri dari ekstrak kentang, gula golongan monosakarida dektrose dan agar sebagai pemadat media.

BIBIT F0

Istilah yang diberikan untuk biakan murni cendawan pada media kultur aseptik. Ada perbedaan persepsi tentang penggunaan istilah ini, sebagian orang tidak menggunakan istilah ini untuk biakan murni tapi menggunakan istilah F1 karena mereka menganggap biakan murni merupakan biakan dari jamur lapang.

BIBIT F1

Istilah untuk bibit hasil dari turunan atau subkultur (penanaman ulang) biakan murni. Bibit ini biasanya menggunakan biji-bijian murni sebagai media tumbuh.

BIBIT F2

Istilah untuk bibit hasil dari turunan atau subkultur F1. Bibit ini biasanya tidak lagi menggunakan media biji-bijian murni sebagai media tetapi sudah ditambah media lain seperti serbuk gergaji atau merang padi. Pada kenyataannya ada diantara petani jamur budidaya yang tetap menggunakan biji-bijian murni sebagai medianya.

BAGLOG

Media tanam jamur yang digunakan sebagai bahan produksi jamur. Pada media ini nantinya akan dikondisikan agar tumbuh jamur. Istilah baglog mengandung arti kantung (bag) media berbentuk kayu gelondongan (log). Ketika plastik media dilubangi atau sobek, dari lubang itulah akan tumbuh jamur

Manajemen Budidaya jamur wajib di ketahui

Manajemen Budidaya jamur wajib di ketahui

Manajemen budidaya jamur adalah seni mengelola bagaimana mengatur dan menerjemahkan kegiatan usaha di bentuknya sistem dan di atur.

Bagaimana kita cara mengelolanya dalam usaha Budidaya jamur,

Hal yang harus di perhatikan dalam dunia usaha adalah pemasaran , tapi banyak orang yang akhirnya merugi padahal pemasaran jamur itu bagus di pasar, apa sebenarnya yang salah,

Ok jadi begini konsep usaha budidaya jamur tiram kususnya, memiliki cara kerja yang berbeda dari semua faktor.

Hal yang harus kita perhatikan adalah manajemen keuangan, karna budidaya jamur tiram memiliki chasflow yang bagus tapi tidak memiliki ROE yang bagus, karna modal budidaya jamur 60-70% masuk pada asset yang tidak produktif, semisalnya modal untuk kumbung jamur membutuhkan 60-70% dari modal produksi 40-30%, meski usaha budidaya jamur ini sangat bagus dalam sistematika bisnis tapi secara global sangat memprihatikan karna beban penyusutan yang sangat besar yang di bebankan kepada petani ini Berdampak pada rasio equity yang telat untuk pertumbuhan usaha.

Maka dari itu kami memberikan solusi terbaik berdasarkan pengalaman, untuk menjaga rasio equity sejalan dengan asset usaha agar lebih produktif.

Perhatikan efesiensi

Banyak petani budidaya jamur yang tidak memanfaatkan fasilitas dari modal mereka, yang di investasikan di kumbung jamur,

dan banyak petani jamur yang mengosongkan kumbung berbulan bulan, ini sangat tidak efesien sedangkan biaya penyusutan setiap bulan wajib kita keluarkan

Dan biaya penyusutan membesar denga timbal hasil laba yang kecil, solusinya adalah jangan biarkan kumbung jamur kita nganggur, buat dengan semestinya dan lakukan perbaikan dalam sistem produksi baglog, agar kumbung selalu terisi, (produktif)

Perbaiki manajemen Produksi baglog

Manajemen produksi baglog jamur merupakan beban pada petani jika produksi baglog tidak teratur,

biasanya petani hanya menghitung biaya pembuatan baglog jamur, tatapi untuk biaya /kg jamur tidak di perhatikan, ini akan berdampak pada margin keuangan, lakukan riset kecil kecilan berapa modal buat baglog sampai panen siap di jual ke pasar,

setelah ketemu modal /kg jamur kita bisa mempertimbangkan nilai jualnya, berapa pantasnya, banyak sekali petani jamur yang menyepelekan biaya budidaya sampai panen sehingga mereka tidak tahu nilai asli biaya /kg jamur tiram

Manajemen persedian bibit, bahan baku.

Manajemen persediaan dalam budidaya jamur juga sangat penting, jika ini tidak di perhatikan maka produksi baglog akan terpotong dari telatnya bibit, bahan baku,

Cara budidaya jamur tiram (panduan lengkap)

Cara budidaya jamur tiram (panduan lengkap)

Jamur tiram merupakan komoditas sayauran yang banyak di budidayakan di daerah iklim tropis seperti indonesia, banyak pelaku usaha yang memanfaatkan hasil limbah kayu jerami dan skam untuk di jadikan media jamur tiram, jamur kuping dan lain sebagainya Kali ini jamur info akan memberikan reperensi bagaimana cara budidaya jamur tiram secara lengkap. Daftar isi budidaya jamur

  • Pemilihan bahan baku untuk media baglog jamur tiram
  • Cara produksi dan pembibitan
  • Cara budidaya
  • Cara hasil panen

Cara memilih bahan baku media jamur

Memilih bahan baku untuk memproduksi jamur tiram di butuhkan ketelitian karna ini sangat penting untuk membuat baglog jamur yang bagus,

  1. Serbuk kayu, Kamu harus membeli dalam keadaan masih baru, jangan memakai serbuk kayu yang sudah lama, usahakan memakai serbuk kayu albasia tujuanya agar proses pengomposan lebih cepat, kalaw tidak ada memakai kayu keras tidak bermasalah cuma kekuranganya pengomposan harus lebih lama 2 hari
  2. Dedak bakatul, berikan nutrisi tambahan media sebanyak 30 % agar hasil panen jamur bisa maksimal
  3. Menir/jagung ini opsional jadi kamu bisa pake atau tidak, tapi kalaw kamu memaki tambahan nutrisi, hasil panen jamur tiram kamu bisa lebih maksimal lagi, dan untuk penambahan nutrisi media kami sarankan pemakaian 5% sudah cukup.
  4. Pelastik baglog, pelastik baglog jamur ini buat mewadahi media jamur, ukuranya sesuai selera kamu bisa pakai ukuran 17×30, 18×30 dan 20×35 tergantung kebutuhan.
  5. Kapur caco 3, pembuatan media baglog jamur tiram juga membutuhkan kalsiom seperti kapur, kapur yang harus kamu gunakan usahakan memakai kapur pertanian, jangan memakai kapur bangunan karna kapur bangunan takutnya mengandung semen dan mengakibatkan media jadi keras, lebih baik kamu membeli kapur seperti dolomit dll di toko pertanian agar media baglog jamur yang kamu buat terhindar dari hal hal yang merugikan
  6. Bibit jamur tiram f2, beli bibit jamur tiram f2 yang tepercaya karna bibit f2 yang kurang bagus bisa mengakibatkan kegagalan/kontaminasi.

Cara membuat baglog jamur tiram putih dan proses pembibitan.

Untuk membuat baglog jamur tiram putih kamu harus memiliki mental dan keyakinan hehe dan jangan lupa berdoa. Ok lanjutkan, karna bahan baku kita sudah di siapkan

  • Proses pengadukan media baglog jamur tiram putih

  1. Pisahkan sebuk kayu dari dari sampah dengan cara mengayak, buat ayakan seperti pasir tujuanga agar serbuk kayu bersih dari kulit kayu dan sampah,
  2. Campurkan serbuk kayu yang sudah di bersihkan dan di ayak, dengan dedak, kapur, air, dengan komposisi sebagai berikut :

Jika serbuk kayu 100 kg, maka 30 kg dedak, 5 kg kapur, Aduk media baglog jamur tiram tersebut hingga merata jika sudah selesai tambahkan air dengan takaran 60% air bersih aduk hingga merata, Idikator takaran air 60 %jika media di kepal oleh tangan menggumpal, dan tidak mengeluarkan air jika di peras kecang oleh tangan, ini sudah pas kadar airnya,

Kompos media jamur tiram

Proses selanjutnya adalah pengomposan media baglog yang sudah di aduk, di tumpukan seperti piramida ? hihihi Tutup dengan terpal atu pelastik diamkan 1 hari, tutup dengan rapih. Jika sudah 1 hari di kompos maka kamu cek media tersebut aduk kembali, jika media hangat maka pengomposan berhasil itu menandakan media padat sudah mengurai, selanjutnya pembuatan baglog jamur Tapi admin mau ngopi dulu Tunggu kelanjutanya ?

Kisah Sukses Budidaya Jamur Tiram Omzet Puluhan Juta

Kisah Sukses Budidaya Jamur Tiram Omzet Puluhan Juta

Kisah sukses merupakan inspirasi untuk membangun jiwa optimisme dalam dunia usaha

Lagi lagi pelaku usaha merupakan motor penggerak ekonomi kerakyatan seperti yang di lakukan pemuda ini, khaerul yadi asal banten, yang menjadi pengusaha budidaya jamur dan investor saham, sukses di usia muda merupakan impian banyak orang untuk meraih kebebasan finansial.

Tapi untuk meraih semua itu butuh kerja keras dan kesabaran yang tinggi, untuk mendapatkan hasil yang maksimal katanya

Kisah ini merupakan kesuksesan anak muda yang berhasil membudidayakan jamur tiram, dan kini menjadi investor saham di bursa efek indonesia,

Selain sibuk dalam bisnis budidaya jamur, pemuda ini selalu berinvestasi dari hasil keuntunganya di pasar saham,

Prinsip bisnis yang harus di miliki adalah kesabaran mengelola usaha dan jangan menghaburkan uang untuk keperluan konsumtif, kita harus menyisikan 30% dari pendapatan untuk kita investasikan kembali di berbagai sektor contohnya seperti investasi di pasar saham

Karna pasar saham di indonesia sangat menarik rata rata capital gain yang di proleh 20%-35%/ thn, melebihi bunga deposito dan obligasi katanya.

Untuk menjaga kesetabilan usaha di masadepan, hal yang paling penting adalah menjaga pertumbuhan portfolio,

Budidaya jamur merupakan bisnis yang masih bagus kalaw di lihat pasar yang semakin besar, kita melihat pertumbuhan permintaan setiap tahun selalu meningkat 30%, namun permasalahan kami dalam mengelola budidaya jamur di tingkat produksi masih ada sedikit kegagalan, di akibatkan faktor kontaminasi

Kunci sukses budidaya jamur yang sangat penting cuma 2 faktor

  1. sterelisasi media

  2. Bibit yang berkuakitas

Saran saya untuk petani jamur tiram, usahakan prioritaskan alat sterelisasi investasi alat ini sebetulnya sangat murah, tapi pengaruhnya besar dari tingakat keberhasilan kita dalam budidaya jamur , yang harus kita jaga suhu nya harus mencapai 100 drajat selsius itu point penting.

  1. Bibit f2 berkualitas, bibit f2 yang kita beli atau kita produksi sendiri harus memiliki kualitas yang bagus juga, karna bibit yang bagus bisa menghasilkan miselium yang kuat untuk mengkonversi menjadi jamur yang berkualitas.

Budidaya jamur salah satu bisnis yang mempunyai resiko yang besar jika kita belum tau teknik dan manajemen, untuk pemula saran saya ikuti pelatihan budidaya jamur tujuanya untuk menimalisir resiko kita dalam dunia usaha kusus nya budidaya jamur.

Dan pilih produsen bibit yang mempunyai integritas, karna di lapangan banyak penjual bibit yang nakal menjual bibit jamur yang jelek dan merugikan petani jamur tiram, tandasnya.

Cara Pembuatan Baglog Jamur Tiram, jamur kuping, jamur lingzhi.

Cara Pembuatan Baglog Jamur Tiram, jamur kuping, jamur lingzhi.

Baglog jamur merupakan sarana atau tempat tumbuhnya jamur tiram, jamur kuping, jamur lingzhi dll…

Baglog jamur juga di sebut media tumbuh, di dalamnya mengandung serbuk, nutrisi, kalsium dll, di konversi oleh miselium sehingga menjadi buah jamur segar ketika sudah berumur 40-50 hari dari inokulasi bibit f2.

membuat baglog jamur kamu harus menyiapkan 6 bahan baku yang wajib di siapakan.

Bahan baku terdiri dari :

  1. Serbuk kayu
  2. Dedak/bakatul
  3. Kapur caco3 /dolomit
  4. Plastik baglog ukuran 18×35/20×35
  5. Gas LPJ
  6. Bibit jamur F2

Jika kamu sudah mempunyai material dan bahan baku yang di butuhkan untuk membuat baglog jamur, maka selanjutnya menyiapkan peralatan produksi yang terdiri dari 4 macam

  1. Cangkul/Skup /mesin mixer
  2. Alat sterilisasi bisa di buat dari drum bekas atau stenlis
  3. Perlengkapan pembibitan seperti spatula dan lampu bunsen.
  4. Semawar

Setelah bahan baku untuk memproduksi baglog jamur sudah siap, kamu harus membuat komposisi sebagai berikut :

100 kg serbuk

30 kg dedak

7 kg kapur

Kamu harus mencampur serbuk kayu, dedak, kapur, dan air dengan kadar 65% , aduk hingga merata setelah tercampur merata diamkan selama 24 jam.

kompos media agar media padat yang kita campur mengurai dan tutup dengan terpal yang rapih.

Setelah melakukan pengomposan selanjutnya pengepakan media ke palstik baglog,

Cara pengepakan bawah plastik di tekuk dan di tekan media agar bawanya menjadi bulat, jika sudah membentuk bulat padatkan media di tekan sehingga berat yang di hasilkan 1,3-1,5 kg untuk 1 baglog.

Jika tahap ini sudah selesai akan menjadi seperti ini

Baglog jamur siap di sterelisasi

Setelah semuanya selesai pengepakan, maka selanjutnya adalah sterelisasi

Sterelisasi baglog jamur memakai drum bekas.

Kamu bisa buat alat sterelisasi sesuai kebutuhan mau kecil atau besar yang paling penting streslisasi harus mencapai 100 drajat selsius, ini sangat penting untuk keberhasilan membuat baglog, jangan sampai produksi baglog kamu gagal.

Proses sterelisasi baglog bisa memakai gas LPJ dengan kompor semawar.

Setelah proses streslisasi selesai baglog diamkan 24 jam agar dingin, jika sudah dingin langkah terakhir proses inokulasi bibit jamur f2, kamu bisa memakai jenis bibit F2 jamur tiram, jamur kuping, jamur lingzhi, sesuai kebutuhan kamu mau memproduksi jamur.

Proses inokulasi

Proses trakhir ini km harus mempunyai tempat yang steril dan bersih atau dalam ruangan karna proses ini membutuhkan kebersihan,

Sipakan bibit f2 , spatula, dan lampu bunsen dan semprotkan alkohol di sekitar ruangan

Jika sudah inokulasi bibit f2 ke baglog maka pasangkan cincin dan tutup pake koran / kapas

Tunggu 1-2 minggu maka miselium jamur akan berkembang di area baglog

Kesimpulan

Membuat baglog jamur merupakan hal mudah sebetulanya jika kita membuat dengan SOP dan cara kerja yang benar, yang paling penting kita harus memperhatikan sterelisasi dan bibit yang berkualitas dan kebersihan yang harus kita jaga dalam proses inokusi bibit f2, maka hasilnya akan lebih baik semoga tulisan ini menjadikan referensi untuk pembaca dan semoga bermanfaat.