Analisa usaha budidaya jamur tiram untuk pemula

Analisa usaha budidaya jamur tiram untuk pemula

Pada dasarnya seksesnya usaha budidaya jamur tiram harus memperhatikan 3 hal :

1. Bibit yang berkualitas

Kualitas bibit merupakan kunci kesuksesan dari bisnis jamur karena sangat berpengaruh pada naik atau turunnya produktivitas, dalam usaha budidaya target produksi sangatlah penting.

2. Pemeliharaan

Banyak yang mengabaikan pemeliharaan karena di anggap mudah , padahal pemeliharaan yang buruk mengakibatkan produksi yang berkurang, meski bibit berkualitas sekalipun, namun sebaliknya pemeliharaan yang telaten dapat meningkatkan produksi.

3. Manajemen

Manajemen baik produksi atau keuangan dengan perhitungan yang buruk dan tidak disiplin dapat membuat siklus keuangan tidak lancar dengan siklus perputaran keuangan setiap hari kadang terlena dalam mengelola.

Jika ketiga hal tersebut bisa di atasi maka bisnis budidaya jamur.

1. Menjadi alternative kegiatan yang menghasilkan pada saat pensiun.

2. Menjadi pemasukan tambahan apabila anda bekerja atau bisnis sebagai diversifikasi usaha.

3. Sumber mata pencaharian.

Untuk memulai usaha jamur dari awal hingga panen membutuhkan proses yang cukup panjang dan waktu yang lama serta proses belajar yang tidak cepat, namun dalam usaha budidaya jamur kita bisa memangkas alur bisnis secara ringkas serta bisa menghemat waktu dan biaya. untuk melihat perincian usaha invesatasi sendiri dari awal klik disini

Bagaimana kita melakukan bisnis secara ringkas

perhatikan bagan di bawah ini :

Dari bagan di atas kita bisa lihat begitu panjangnya alur proses usaha budidaya jamur namun kita bisa memangkasnya dengan membeli baglog, dan baglog yang di belipun harus yang sudah siap produksi bukan baglog yang masih perlu di inkubasi.

Baglog yang siap produksi artinya misellium jamurnya sudah menyebar ke seluruh baglog dan biasanya baglog jadi berwarna putih itu tandanya baglog sudah siap untuk tumbuh jamur.

1. Bagaimana membeli baglog jamur?

Kami menyediakan baglog jamur yang berkualitas dan siap produksi bahkan kami memberikan garansi pada produk bibit kami untuk mencapai produksi sesuai target

2. Belum tahu memasarkan hasil panen?

Kami membantu dalam hal pemasaran atau menjualkan berapapun banyak produksi yang dihasilkan, bagi yang sudah mengetahui pemasarannya bisa mengambil hasil produksinya sendiri

3. Belum berpengalaman dalam hal pemeliharaan?

Kami akan membantu dalam hal pemeliharaan dan menduplikasikan hingga produksi bisa sesuai target.

4. Belum memiliki kumbung (rumah tempat untuk jamur)?

Kami akan menyiapkan tempat atau kumbung sehingga usahanya dapat segera berjalan, jika untuk pemula lebih baik sewa terlebih dahulu kecuali bagi yang sudah memiliki kumbung bisa di gunakan kumbungnya sendiri.

Kami sebagai mitra produsen bibit akan terus membantu dan mensupport kegiatan bisnis yang di jalankan untuk kelancaran usaha.

Target yang sudah lama kami capai ini akan di duplikasikan pada mitra kami

Perhitungan usahanya.

Biaya Variable

Bibit = 5000 log x Rp 2500 = Rp 12.500.000
Target = 0,4 /400 gram per log jamur

Biaya Tetap

Sewa Kumbung = Rp 2.000.000 / tahun
Biaya pemeliharaan = Rp 750.000/Bulan

Pendapatan persatu Periode Penanaman

Harga(Asumsi) = Rp 10.000 /Kg
(Harga pasar kisaran 8000–11000)

Hasil target 2000 kg x Rp 10.000 = 20.000.000

Keuntungan satu periode penanaman 3 bulan

Keuntungan = hasil penjualan – biaya operational
= Rp 20.000.000 – Rp 14.750.000 = Rp 5.250.000

Keuntungan ini setara dengan = Rp 1750.000 /bulan

Jadi dengan modal Rp 12.500.000 Menghasilkan Rp 1.750.000 /bulan

KEMITRAAN

Hubungi kami jamur info

Manajemen Budidaya jamur wajib di ketahui

Manajemen Budidaya jamur wajib di ketahui

Manajemen budidaya jamur adalah seni mengelola bagaimana mengatur dan menerjemahkan kegiatan usaha di bentuknya sistem dan di atur.

Bagaimana kita cara mengelolanya dalam usaha Budidaya jamur,

Hal yang harus di perhatikan dalam dunia usaha adalah pemasaran , tapi banyak orang yang akhirnya merugi padahal pemasaran jamur itu bagus di pasar, apa sebenarnya yang salah,

Ok jadi begini konsep usaha budidaya jamur tiram kususnya, memiliki cara kerja yang berbeda dari semua faktor.

Hal yang harus kita perhatikan adalah manajemen keuangan, karna budidaya jamur tiram memiliki chasflow yang bagus tapi tidak memiliki ROE yang bagus, karna modal budidaya jamur 60-70% masuk pada asset yang tidak produktif, semisalnya modal untuk kumbung jamur membutuhkan 60-70% dari modal produksi 40-30%, meski usaha budidaya jamur ini sangat bagus dalam sistematika bisnis tapi secara global sangat memprihatikan karna beban penyusutan yang sangat besar yang di bebankan kepada petani ini Berdampak pada rasio equity yang telat untuk pertumbuhan usaha.

Maka dari itu kami memberikan solusi terbaik berdasarkan pengalaman, untuk menjaga rasio equity sejalan dengan asset usaha agar lebih produktif.

Perhatikan efesiensi

Banyak petani budidaya jamur yang tidak memanfaatkan fasilitas dari modal mereka, yang di investasikan di kumbung jamur,

dan banyak petani jamur yang mengosongkan kumbung berbulan bulan, ini sangat tidak efesien sedangkan biaya penyusutan setiap bulan wajib kita keluarkan

Dan biaya penyusutan membesar denga timbal hasil laba yang kecil, solusinya adalah jangan biarkan kumbung jamur kita nganggur, buat dengan semestinya dan lakukan perbaikan dalam sistem produksi baglog, agar kumbung selalu terisi, (produktif)

Perbaiki manajemen Produksi baglog

Manajemen produksi baglog jamur merupakan beban pada petani jika produksi baglog tidak teratur,

biasanya petani hanya menghitung biaya pembuatan baglog jamur, tatapi untuk biaya /kg jamur tidak di perhatikan, ini akan berdampak pada margin keuangan, lakukan riset kecil kecilan berapa modal buat baglog sampai panen siap di jual ke pasar,

setelah ketemu modal /kg jamur kita bisa mempertimbangkan nilai jualnya, berapa pantasnya, banyak sekali petani jamur yang menyepelekan biaya budidaya sampai panen sehingga mereka tidak tahu nilai asli biaya /kg jamur tiram

Manajemen persedian bibit, bahan baku.

Manajemen persediaan dalam budidaya jamur juga sangat penting, jika ini tidak di perhatikan maka produksi baglog akan terpotong dari telatnya bibit, bahan baku,