Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur Tiram Putih Anti Gagal?

Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur Tiram Putih Anti Gagal?

Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur Anti Gagal? Temukan Triknya di Sini

Jamur tiram saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan produk hortikultura. Bahkan kepopulerannya menjadikan jamur tiram sebagai salah satu proimadona jamur konsumsi sebagaimana cara budidaya jamur janjangan sawit . Terlebih lagi setelah diketahui kamdungan serta manfaatnya yang baik bagi tubuh. Maka permintaan akan keberadaan jamur tiram baik segar ataupun olahan begitu tinggi di pasaran. Oleh karenanya maka tidak heran jika kemudian muncul sentra atau pusat budidaya jamur tiram di berbagai kota di Indonesia.

Selain dapat di produksi baik di dataran rendah ataupun tinggi, jamur tiram juga lebih relatif mudah dalam hal budidayannya. Inilah yang kemudian menyebabkan banyak para pengusaha pemula yang bisa langsung sukses dan untung dari usaha ini. Banyaknya jumlah pembudiaya jamur tiram relatif tidak diimbangi dengan jumlah pembudidaya bibit jamur tiram sebagaimana cara membuat bibit jamur kuping . Padahal dalam budidaya ini bibit merupakan elemen penting. Selain kualitasnya, bibit yang baik haruslah mampu menghasilkan produktifitas yang tinggi.

Tentu saja hal ini menjadi sebuah hal yang dilematis, seiring dengan tumbuh pesatnya sentra budidaya jamur tiram. Hanya sebagian kecil saja yang berhasil menghasilkan bibit dengan kualitas terbaik. Bahkan mayoritas selurih pembudidaya mendapatkan bibit dari daerah bandung jawa barat. Hal ini menunjukkan bahwa persebarannya tidak merata sebagaimana cara menanam jamur lingzhi . Karena hal itu tentu usaha pembibitan jamur tiram menjadi usaha yang potensial. Lalu Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur tiram F2 anti gagal, simak selengkapnya.

1. Persiapan Bahan Baku

Bibit F2 merupakan bibit yang digunakan oleh petani jamur dalam budidaya. Pembuatan bibit F2 juga relatif sederhana dan dpat dilakukan pemula sebagaimana dalam cara budidaya jamur truffle . Oleh sebab itu, tahapan pertama dalam pembuatan bibit jamur tiram F2 adalah menyiapkan bahan baku. Beberapa bahan baku yang wajib disiapkan antara lain adalah sebagai berikut :

  • Serbuk gergaji sebanyak 2 kg, terlebih dahulu serbuk diayak untuk memisahkan dari kotoran dan diambil bagian halusnya saja.
  • Setelah itu kemudian rendam serbuk menggunakan air bersih atau juga air steril selama 12-24 jam.
  • Dedak halus 0,5 kg dengan kualitas yang baik.
  • Biji-bijian dapat berasal dari jagung, sorgum atau juga biji padi sebanyak 0,5 kg.
  • Caco3 atau kapur sebanyak 2 sendok makan.
  • Air secukupnya.
  • Kertas dan karet gelang.
  • Bibiy jamur F0 atau F1 berkualitas baik.
  • Alkohol 70% dan alkohol 95% jika ada.

2. Persiapan Peralatan

Setelah bahan baku siap  maka tahapan selanjutnya dilanjutkan dengan menyiapkan alat yang dibutubkan seperti pada cara budidaya jamur enoki di indonesia . Beberapa alat yang wajib anda siapkan adalah sebagai berikut :

  • Botol kaca bening anda dapat menggunakan botol bekas saos, sirup atau botol bekas minuman teh botol.
  • Botol dibersihkan dan kemudoan disterilkan terlebih dahlu dengan merebus atau mengukusnya selama 4-5 jam.
  • Kompos gas.
  • Alat sterilisasi atau autoklaf.
  • Dandang atai wadah kukusan yang berukuran besar.
  • Laminar Air Flow

3. Pembuatan Media Pembibitan

Tahapan selanjutnya dapat dilajutkan dengan tahapan pembuatan media pembibitan seperti dalam cara budidaya jamur tiram florida. Langkah langkah yang dapat anda ikuti adalag sebagai berikut :

  • Terlebih dahulu rendam serbuk gergaji menggunakam air yang bersih dan steril selama satu jam.
  • Kemudian tiriskan, setelah itu campurkan serbuk gergaji, bekatul, biji jagung dan juga kapur, kemudian aduk hingga merata.
  • Tambahkan air secukupnya.
  • Lakukan uji tes kandungan air dengan mengepalkan adonan.
  • Jika air keluar dari adonan maka tandanya kadar air terlalu banyak, sebaiknya tambahkan dedak.
  • Jika dikepal adonan masih buyar maka tandanya kurang air sehingga tambahkan air secukupnya.
  • Jika dikepal adonan tidak buat dan tidak mengeluarkan air maka tandanya kandungan air cukup.
  • Setelah itu kemudian masukkan media kedalam botol kaca.
  • Isikan hingga batas garis dibawah mulut botol.
  • Tutup menggunakan kertas sebanyak dua lapis alalu kemudian ikat dengan karet.
  • Selanjutnya dilanjutkan dengan langkah sterilisasi.
  • Anda bisa menggunakan autokalf atau juga panci rebusan.
  • Masukkan boto kaca berisi media kedalam alat sterilisasi, kemudian lakukan sterilisasi dengan suhu 125 derajat pada autoklaf selama satu jam , jika menggunakan panci pengukus waktu sterilisasi ditambah 1 jam dan menjadi 2 jam.

4. Inokulasi Bibit Jamur

Tahap selanjutnya adalah inikulasi atau penanaman bibit kedalam media seperti cara budidaya jamur merang media ampas aren . Penanaman dilakukam dalam.ruangan steril atau LAF (Laminar air flow). Jika tidak memilikinya anda bisa menggunakan kotak kaca berukuran 1 x 1 meter kemudian diberi lubang  untuk memasukkan tangan dan media lalu juga diberi pendingin didalamnya. Semprot dan bersihkan menggunakan alkohol 95/70%. Kemudian anda langsung bisa melakukan langkah penanaman berikut.

  • Masukkan beberapa buah media tanam dan bibit kedalam tempat tanam.
  • Sebelum dimasulkan semprot terlebih dahulu memggunakam alkohol 70%.
  • Sterilkan terlebih dahulu alat tanam yang akan digunakan seperti spatula dan pinset.
  • Baru kemudian masukkan kedalam ruang tanam.
  • Nyalakan blower atau kipas dan diamkan selama satu jam.
  • Gunakan pakaian bersih dan selalu semprot tangan saat anda keluar masuk ke ruang tanam.
  • Kemudian buka.plastik pembungkus bibit, ambil media tanam dan buka karet pengikat dan kertasnya.
  • Setelah itu masukkan bibit ke permukaan media tanam secara merata.
  • Setelah itu tutup kembali botol dengan menggunakan kerta yang baru dan talu kembali menggunakan karet.
  • Biasanya 1 botol bibit jamur tiram F0 jika ditunkan akan menghasilkan 35 botol.binit jamur F1.
  • Sedangkan 1 botol bibit F1 jika diturunkan akan menghasilkan 40 botol bibit jamur F2.
  • Setelah itu kemudoan letakka  bibit jamur F2 hasil tanam kedala ruang inkubasi.
  • Suhu ideal ruangan dijaga 26-29  derajat celcius.
  • Umur 10 hari miselium akan tumbuh 10%.
  • Umur 25-30 hati miselium sudah tumbuh sebanyak 100 persen.
  • Umur 30-40 hati jamur akan tumbuh, buang jamurnya dan bibit masih bisa digunakam namun mengalami oenirinan kualitas.
  • Lewat 40 hari binit sudah kadaluwarsa dan jangan digunakan.
  • Oleh karenanya tandai setiap botol dengan tanggal penanaman.

5. Tips Anti Gagal

Dalam sebiah budidaya resiko kegagalan tentu akan selalu muncul seperti juga pada cara budidaya bibit jamur kuping secara tradisional . Peresntasenya tergantung dari ketelitian dan juga ketelatenana pembudidaya. Jika anda merupakan pemula maka anda bisa memperhatikan beberapa tips anti gagal dalam pembuatan bibit jamur tiram F2 berikut ini :

  • Jangan gunakan air PDAM, dan hanya gunakan air bersih yanh sudah disterilkan.
  • Jangan gunakan air sungai,air kotor atau bahkam air comberan karena akan meningkatkam resiko kontaminasi.
  • Jangan gunakan kayi yang bergetah seperti kayu karet, kayu pinus atau kayu camplung.
  • Jangan menggunakan dedek yang telah mengalami perubahan warna menghitam atau yang menggumpal.
  • Gunakan serbuk gergaji yang sudah dikomposkan minimal selama seminggu, jangan gunakan serbuk gergaji baru.
  • Jangan gunakan biji jagung yang sudah rusak dimakan hewan.
  • Hindari terbukannya tutup botol yang dapat menyebabkan gangguan semut dan juga hama lain.
  • Pisahkan botol yang sudah terkontaminasi dan buang jauh jauh.
  • Khusus bagi pemula, buat dalam jumlah sedikit, jika mengalami kegagalan teliti faktor kegagalannya.
  • Suhu sterilisasi wajib berada pada kisaran angka 100-125 derajat celcius.
  • Untuk membuat bibit awet maka anda dapat menyimpan bibit yang miseliumnya sudah tumbuh 10 % Didala kulkas BUKAN FREZER.

itulah tadi, Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur tiram F2 anti gagal. Semoga dapat menjadi referensi bagi anda dan semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Cara membuat bibit f2 menggunakan media jagung

Cara membuat bibit f2 menggunakan media jagung

Tidak bisa dipungkiri kebutuhan jamur tiram untuk dikonsumsi oleh masyarakat semakin hari semakin banyak. Ini tidak lepas dari semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan gizi yang baik untuk tubuh. Seperti yang kita ketahui didalam jamur tiram terdapat banyak zat gizi dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Hal tersebut juga mendorong produsen jamur tiram untuk meningkatkan kapasitas produksi jamur tiramnya. Namun seperti pepatah ” tidak semudah membalikkan telapak tangan” ada saja kendala yang dihadapi petani untuk memperbesar kapasitas produksinya. Mulai dari terkendala modal, cuaca, bahkan terkendala bahan baku untuk memproduksi jamur.

Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh petani adalah ketersediaan bibit jamur tiram dengan kualitas yang baik. Mungkin memang banyak produsen bibit jamur yang tersedia sekarang, baik yang menjual bibit melalui cara on line atau pun off line. Hanya saja itu tidak cukup memenuhi kebutuhan para petani.

Atas dasar itu mari kita bersama sama belajar membuat bibit f2 dengan kualitas baik menggunakan media jagung.

  1. Pertama adalah menyediakan alat dan bahan

Alat :

  • Lampu bunsen 2 buah
  • Spatula
  • Alkohol 95%
  • Kapas
  • Koran
  • Karet gelang
  • Panci
  • Timba

Bahan bahan :

  • Jagung
  1. Langkah kedua :

Langkah kedua adalah yang sangat penting. Langkah kedua ini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan pembuatan media bibit jagung ini.
Perlu diketahui dalam memilih jagung haruslah jagung yang terbaik. Jangan memilih jagung karena harganya yang murah. Karena biasanya jagung murah itu jagung yang kurang baik kualitasnya.
Selain itu pemilihan jagung harus memilih ukurannya juga, ada dua jenis jagung berdasarkan ukurannya.

  • Pertama adalah jagung ukuran besar. Jagung ini murah, tapi memiliki kekurangan. Yaitu ketika sudah di inokulasi pada baglog, jika terlalu banyak memasukkan butiran jagung ke dalam baglog maka akan membusuk. Dan biasanya akan mengundang datangnya hama seperti ulat dan tungau. Kelebihannya harga murah dan banyak tersedia di pasaran.

Jagung kecil

  • Kedua adalah jagung ukuran kecil. Jagung ini biasanya dijadikan pakan burung dara oleh peternak burung, atau pakan ayam Bangkok. Harga jagung ini lebih mahal, berkisar antara Rp 8.000 – Rp 10.000. Namun kelebihannya tidak akan membusuk seperti jagung besar. Hanya ketersedisannya dipasar kadang kosong.

Setelah jagung anda dapatkan Langkah selanjutnya adalah :

  • Mencuci jagung sampai bersih.
  • Sortir jagung yang berisi dan yang tidak biasanya jagung yang berisi tenggelam ke dasar ember dan yang tidak akan mengapung, maka buanglah jagung yang mengapung dan gunakanlah jagung yang tenggelam saja.
  • Rendamlah jagung didalam ember kurang lebih selama 24 jam, dengan tujuan agar jagung menjadi empuk dan mempersingkat waktu perebusan.
  • Setelah 24 jam, bersihkan kembali jagung tadi lalu rebus jagung selama 30 menit.
  • Setelah 30 menit, angkat jagung lalu tiriskan dan dinginkan sampai kadar air berkurang.
  • Angin anginkan sampai jagung tidak lengket satu sama lain.
  • Masukkan ke dalam botol.
  • Lalu sumbat mulut botol menggunakan kapas, dan tutup menggunakan plastik.

3. Sterilisasi

Sterilisasi adalah hal paling penting, berhasil atau tidaknya terletak pada proses ini. Jika media kurang steril maka dapat dipastikan bibit anda akan terkontaminasi.
Jadi jangan pelit untuk mengeluarkan biaya lebih dalam proses sterilisasi.Bagai mana langkahnya? Langkahnya sama seperti kita mensterilisasikan baglog, namun dibutuhkan waktu yang lebih lama. Jika dibandingkan proses sterilisasi baglog maka proses sterilisasi bibit ini membutuhkan waktu 2 kali lipat lebih lama.
Jadi seumpama proses sterilisasi baglog anda 4 jam maka untuk bibit dibutuhkan waktu 6 – 8 jam.
Setelah dikukus dinginkan bibit dengan cara dibalik ( mulut botol ditaruh dibawah) proses pembalikan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air didalam botol.Jika anda memiliki autoclave maka proses sterilisasi ini menjadi sangat optimal. Namun jika anda tidak memilikinya bisa menggunak tong / drum bekas oli.

4. Inokulasi

Perlu diperhatikan kebersihan ruangan inokulasi harus dijaga, sirkulasi udara dan sebaiknya proses inokulasi ini dilakukan diruangan tertutup untuk mendapatkan hasil yang baik.
Langkah langkahnya sebagai berikut :

  1. Siapkan peralatan : lampu bunsen, alkohol, spatula, koran bekas, karet gelang dan kapas.
  2. Persiapkan bibit f1 anda dengan terlebih dahulu di semprot menggunakan alkohol, lalu dibakar.
  3. Geruslah f1, usahan dalam penggerusan ini selalu berada di dekat api lampu bunsen untuk meminimalisir bibit f2 terkontaminasi.
  4. Setelah bibit f1 dimasukkan kedalam f2, segera tutup menggunakan kapas, lalu koran dan di ikat menggunakan karet gelang.
  5. Letakkan bibit f2 ditempat yang kering dan sedikit hangat, ini bettujuan untuk merangsang pertumbuhan misilium.

Kurang lebihnya seperti itu proses pembuatan media bibit f2, perlu diingat setiap petani memiliki cara masing masing dalam membuat media bibit f2.
Jadi jangan jadikan artikel ini sebagai cara paten membuat media f2. Jadikanlah sebagai bahan perbandingan, carilah cara yang terbaik menurut anda.

Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu untuk kita bersama. Salam sukses!!

Cara Pembuatan Baglog Jamur Tiram, jamur kuping, jamur lingzhi.

Cara Pembuatan Baglog Jamur Tiram, jamur kuping, jamur lingzhi.

Baglog jamur merupakan sarana atau tempat tumbuhnya jamur tiram, jamur kuping, jamur lingzhi dll…

Baglog jamur juga di sebut media tumbuh, di dalamnya mengandung serbuk, nutrisi, kalsium dll, di konversi oleh miselium sehingga menjadi buah jamur segar ketika sudah berumur 40-50 hari dari inokulasi bibit f2.

membuat baglog jamur kamu harus menyiapkan 6 bahan baku yang wajib di siapakan.

Bahan baku terdiri dari :

  1. Serbuk kayu
  2. Dedak/bakatul
  3. Kapur caco3 /dolomit
  4. Plastik baglog ukuran 18×35/20×35
  5. Gas LPJ
  6. Bibit jamur F2

Jika kamu sudah mempunyai material dan bahan baku yang di butuhkan untuk membuat baglog jamur, maka selanjutnya menyiapkan peralatan produksi yang terdiri dari 4 macam

  1. Cangkul/Skup /mesin mixer
  2. Alat sterilisasi bisa di buat dari drum bekas atau stenlis
  3. Perlengkapan pembibitan seperti spatula dan lampu bunsen.
  4. Semawar

Setelah bahan baku untuk memproduksi baglog jamur sudah siap, kamu harus membuat komposisi sebagai berikut :

100 kg serbuk

30 kg dedak

7 kg kapur

Kamu harus mencampur serbuk kayu, dedak, kapur, dan air dengan kadar 65% , aduk hingga merata setelah tercampur merata diamkan selama 24 jam.

kompos media agar media padat yang kita campur mengurai dan tutup dengan terpal yang rapih.

Setelah melakukan pengomposan selanjutnya pengepakan media ke palstik baglog,

Cara pengepakan bawah plastik di tekuk dan di tekan media agar bawanya menjadi bulat, jika sudah membentuk bulat padatkan media di tekan sehingga berat yang di hasilkan 1,3-1,5 kg untuk 1 baglog.

Jika tahap ini sudah selesai akan menjadi seperti ini

Baglog jamur siap di sterelisasi

Setelah semuanya selesai pengepakan, maka selanjutnya adalah sterelisasi

Sterelisasi baglog jamur memakai drum bekas.

Kamu bisa buat alat sterelisasi sesuai kebutuhan mau kecil atau besar yang paling penting streslisasi harus mencapai 100 drajat selsius, ini sangat penting untuk keberhasilan membuat baglog, jangan sampai produksi baglog kamu gagal.

Proses sterelisasi baglog bisa memakai gas LPJ dengan kompor semawar.

Setelah proses streslisasi selesai baglog diamkan 24 jam agar dingin, jika sudah dingin langkah terakhir proses inokulasi bibit jamur f2, kamu bisa memakai jenis bibit F2 jamur tiram, jamur kuping, jamur lingzhi, sesuai kebutuhan kamu mau memproduksi jamur.

Proses inokulasi

Proses trakhir ini km harus mempunyai tempat yang steril dan bersih atau dalam ruangan karna proses ini membutuhkan kebersihan,

Sipakan bibit f2 , spatula, dan lampu bunsen dan semprotkan alkohol di sekitar ruangan

Jika sudah inokulasi bibit f2 ke baglog maka pasangkan cincin dan tutup pake koran / kapas

Tunggu 1-2 minggu maka miselium jamur akan berkembang di area baglog

Kesimpulan

Membuat baglog jamur merupakan hal mudah sebetulanya jika kita membuat dengan SOP dan cara kerja yang benar, yang paling penting kita harus memperhatikan sterelisasi dan bibit yang berkualitas dan kebersihan yang harus kita jaga dalam proses inokusi bibit f2, maka hasilnya akan lebih baik semoga tulisan ini menjadikan referensi untuk pembaca dan semoga bermanfaat.