Cara penyiraman jamur tiram yang baik dan benar

Cara penyiraman jamur tiram yang baik dan benar

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi tentang cara menyiram jamur tiram. jadi setelah teman-teman mempersiapkan torrent atau bak penampung air dan juga kompresor mangkah selanjutnya adalah menyiram jamur tiram.
Prinsip penyiraman ini adalah lebih baik sedikit demi sedikit tapi rutin daripada sekali langsung banyak. Jangan sampai penyiraman ini membuat log rusak atau bahkan terlalu basah. Jika baglog terlalu basah nanti spora dan juga serbuk gergaji akan membusuk. Hal ini akan menyebabkan tumbuhnya ulat dan jamur jamur liar.
Untuk waktu penyiraman jamur tiram itu sendiri. Dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dimana anda membudidayakan jamur tiram. jika anda membudidayakannya didaerah yang panas dan kering maka penyiraman akan lebih rutin. Tetapi jika daerah Anda dingin dan lembab maka untuk penyiraman nya agak sedikit ringan. Untuk mempermudah pembahasan akan saya bagi waktu penyiraman sebagai berikut.

1. Penyiraman jamur tiram pada waktu pagi hari

Untuk penyiraman pada waktu pagi hari ini biasanya dilakukan setelah pemanenan. Setelah Anda membersihkan semua sisa hasil panen dan memastikan bahwa lantai serta ruangan untuk budidaya jamur tiram bersih, maka anda baru boleh menyiram jamur tiram tersebut. jangan sampai menyiram ketika masih terdapat banyak sisa-sisa panen. karena hal ini akan menyebabkan pembusukan dan bau ruangan yang tidak sedap. Hal ini akan menyebabkan banyak hama yang akan masuk kedalam kandang jamur tiram anda.
Untuk penyiraman pada waktu pagi hari ini bisa sedikit banyak akan tetapi jangan sampai penyiraman membuat baglog terlalu basah. Anda bisa membasahi seluruh permukaan jamur tiram secara merata dengan menggunakan kompresor bertekanan tinggi. pastikan penyiraman menggunakan kompresor dengan tekanan tinggi akan tetapi mata kompresor diperkecil sehingga air akan keluar seperti kabut yang akan menyirami jamur.

2. Penyiraman jamur tiram pada waktu siang hari

Biasanya penyiraman ini dilakukan ketika suasana sudah tidak terlalu terik. Bisa jam 01.00 atau bahkan jam 02.00. Sehingga ruangan tidak terlalu panas ketika kita melakukan penyiraman. akan tetapi jika suhu ruangan terlalu tinggi dan suasana sangat amat terik. Anda boleh menyiram pada waktu itu misalkan saja jam 12.00 siang. hal ini dimaksudkan agar jamur tiram tidak keriting bahkan mati.
Untuk penyiraman pada baglog yang anda lakukan di siang hari ini tujuan utamanya adalah menurunkan suhu ruangan dan juga menurunkan suhu pada baglog jamur tiram. Penyiraman ini bisa dilakukan dengan menyemprot lantai pada kandang jamur tiram. Penyiraman ini juga bisa disemprot secara langsung di baglog bagian belakang sehingga suhu pada baglog bisa agak sedikit turun. penyiraman ini juga bisa dilakukan dengan menyemprotkan ke udara agar kelembaban bisa lebih terjaga.

3. Penyiraman jamur tiram pada waktu sore hari

Sebenarnya untuk penyiraman pada waktu sore hari ini boleh dilakukan dan juga boleh tidak dilakukan. Hal ini tergantung dari kebutuhan di daerah anda. jika anda membudidayakan jamur tiram pada waktu musim penghujan penyiraman pada sore hari tidak perlu. Karena akan membuat jamur tiram yang dibudayakan menjadi sangat basah sehingga kualitasnya akan menurun. perlu Anda ketahui bahwa pemanenan jamur tiram biasanya dilakukan sore sampai malam hari atau pagi hari. Sehingga kalau anda menyiram jamur tiram terlalu basah pada waktu ini akan menyebabkan jamur anda kurang bagus kualitasnya dan harganya akan turun di pasaran.
Salah satu trik yang bisa anda lakukan untuk menjaga kualitas jamur tiram adalah dengan cara menyiram lantai dan udara bebas. Sehingga yang berubah adalah suhu dan kelembabannya bukan pada tingkat kebahasaan jamur tiram itu sendiri. Untuk penyiraman pada waktu sore hari ini saya sarankan untuk menggunakan kompresor tekanan tinggi dan mata kompresor yang sangat kecil. sehingga akan keluar seperti kabut dan hanya akan membuat ruangan menjadi lebih lembab dan stabil yaitu kisaran antara 16 sampai 25 derajat Celcius.
Untuk selanjutnya silahkan kita diskusikan di kolom komentar. Sampai jumpa di postingan selanjutnya semoga bernilai pahala.
CARA MENGELOLA USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

CARA MENGELOLA USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

CARA MENGELOLA USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

Operasional Produksi Baglog jamur

Setiap pengusaha budidaya jamur tiram selalu memperhitungkan setiap elemen dalam pengerjaan budidayanya. Pengerjaan pembuatan baglog yang harus diperhitungkan adalah :

Pemilihan serbuk gergaji

dalam memilih serbuk gergaji disarankan supaya memilih yang berumur lebih dari tiga bulan atau lebih lama lebih baik, jika serbuk gergaji baru maka harus dikomposkan terlebih dahulu selama sekitar 3 – 4 minggu, karena tingkat resiko kegagalan tinggi bila menggunakan serbuk baru, hasilnya menjadi tidak efektif dan efisien.

Proses pengayakan serbuk gergaji

sebaiknya dalam mengayak serbuk gergaji tersebut masih dalam keadaan kering supaya efisien tenaga.
Pencampuran media baglog, sebaiknya dilakukan saat serbuk gergaji masih dalam keadaan kering supaya tidak terjadi penggumpalan dengan bahan baku lainnya yang justru akan menghambat pengerjaan, dalam keadaan kering hasilnya akan menjadi lebih merata. Dalam keadaan masih kering campur dan aduklah sedikit demi sedikit dari ujung sampai ke ujung.

Kalau sudah merata lakukan pengadukan yang sama sambil menyiramkan air secara bersamaan.

Pengepakan baglog

supaya cepat dalam pengerjaannya jangan terlalu memadatkannya dan gunakan alat press, kalau belum punya buatlah alat press yang sederhana saja, selain cepat bentuknya juga lebih bagus, kalaupun tidak juga tidak apa-apa. Kepak baglog dan tali menggunakan raffia.

Sterilisasi menggunakan alat steamer

bisa juga menggunakan tong/drum, jika menggunakan tong/drum, masukkan baglog tersebut kedalam tong, baglog yang ditali menggunakan raffia bisa lebih efisien karena isi didalam tong akan lebih banyak.

Inokulasi

sebaiknya lakukan inokulasi bibit f3 ke baglog dengan dua orang, yang satu melakukan penanaman bibit f3 ke baglog dan yang satunya lagi melakukan pemasangan cincin dan penutupan, dengan begitu hasilnya akan lebih cepat dan lebih steril.

Inkubasi

dalam masa inkubasi ruangan yang digunakan harus bersih dan memiliki suhu ruangan atau cenderung hangat, berbeda dengan kumbung.

Mengelola Keuangan

Bagian penting dalam bisnis khususnya budidaya jamur tiram adalah masalah keuangan, karena sebagian besar kegiatan dalam bisnis pasti menggunakan uang. Mengatur agar tidak terjadi kerugian karena salah perhitungan sebaiknya harus melakukan :

Perencanaan keuangan secara tertulis

karena jika hanya diangan-angan saja biasanya akan lalai dan mengalami kerugian tapi tidak tahu berapa ruginya, tapi jika direncanakan secara tertulis bisa meminimalkan kerugian jika terjadi dan tahu bagaimana mengatasinya.
Pisahkan uang hasil usaha budidaya jamur tiram dengan uang pribadi/anggaran rumah tangga, karena menurut pegalaman yang saya lihat sering sekali pedagang-pedagang kebanyakan malah mencampurnya, bila mereka ditanya untung atau rugi, kebanyakan mereka menjawab untung tapi yang menyedihkan mereka tidak tau berapa untungnya dan hanya perkiraan saja,

dan lebih parahnya lagi ada yang menjawab tidak tau untung/rugi, karena itulah usaha mereka ya terlihat begitu-begitu saja dan tidak ada perkembangan sama sekali dan bahkan ada yang gulung tikar.
Sisihkan, sisihkan penghasilan budidaya jamur tiram sebagian untuk ditabung dan sebagian untuk dibelanjakan sebagai biaya usaha (disebut kas kecil) tentukan kas kecil menurut pengeluaran tiap hari/bulanya yang anda keluarkan dengan syarat pengeluaran/biaya tetap (bahan baku, listrik&air, transportasi, dll) ,

jika ada pengeluaran yang tidak terduga diluar biaya tetap boleh mengambil dari tabungan.
Tekan biaya, jika anda ingin menekan biaya usahakan supaya mempercepat uang yang masuk dan perlambat uang yang keluar, karena dengan begitu uang yang masih tertahan masih bisa untuk diputar lagi supaya mendapatkan keuntungan yang lebih.

Salah satu caranya adalah seperti pembelian bahan baku serbuk gergaji, bekatul, jagung, belilah pada langganan anda dengan cara kredit/hutang dengan begitu sisa uang yang seharusnya dibayar cash bisa digunakan untuk hal yang lainnya sebagai investasi.

Tips Cara Perawatan Budidaya Jamur Tiram Yang Baik Dan Benar

Tips Cara Perawatan Budidaya Jamur Tiram Yang Baik Dan Benar

Merawat jamur tiram termasuk bagian penting dari budidaya jamur itu sendiri. Perawatan tiram tidak sulit asal mengetahui apa yang mesti diperhatikan. Kita harus perhatian pada pemberian nutrisi, kebersihan media, tata pencahayaan dan suhu udara. Semua itu harus secara seksama agar berhasil dalam usaha.

Sebelumnya ketahui dulu cara budidaya jamur tiram untuk pemula agar lebih mengenal lebih dalam.

Dimana disana disebutkan cara paling mudah adalah dengan membeli bibit baglog dulu dan merawatnya dalam kubung. Setelah itu masuk pada tahap selanjutnya yaitu perawatan.

Perawatan menyangkut secara umum sebagai pengetahuan dasar dari budidaya jamur tiram

Apa saja yang mesti diperhatikan dalam perawatan jamur tiram?

Cara Merawat Jamur Tiram Putih

1. Media

Media yang digunakan untuk budidaya jamur tiram yaitu jerami keras atau serbuk kayu. Asumsi, dimana jamur tiram tumbuh subur di alam liar pada kayu yang sudah lapuk. Maka dari itu bahan untuk media jamur tiram juga dibuat mirip seperti itu dan ditambah dengan campuran bahan lain untuk mendapatkan hasil optimal.

2. Nutrisi 

Tumbuhan seperti jamur tiram membutuhkan nutrisi sebagaimana mahluk hidup lain. Nutrisi di butuhkan oleh jamur tiram untuk perkembangan dan untuk tubuh subur. Nutrisi tambahan ini dapat diperoleh dari bekatul dan kapur. Bekatul dan kapur dapat ditambahkan ke media serbuk kayu.

Bekatul mengandung karbohidrat,  vitamin B dan karbon ini  berguna sekali untuk mempercepat pertumbuhan jamur tiram. Kapur mengandung kalsium berguna sebagai menguatkan batang dan akar jamur agar tidak mudah rontok. Kapur dapat juga sebagai penyeimbang kadar keasaman (pH) media supaya jamur tumbuh subur.

3. Steril Media

Cara membuat media steril dengan merebus media tanam atau mengukus polybag yang telah terisi media pada suhu 120  oC

Selain media tanam ruangan serta peralatan harus steril juga terbebas dari hama atau bibit penyakit yang mungkin timbul kemudian hari. Ruangan sekitar dan peralatan dapat disterilkan dengan anti septik atau menggunakan alkohol. Udara dan sirkulasi udara juga pada daerah bersih terbebas dari hawa membawa penyakit.

Untuk mengetahui media tidak steril dapat dilihat dari tumbuh jamur lain di sekeliling media. Kalau media steril terbebas dari hama akan tumbuh bibit jamur tiram lapisan warna putih pada polybag. Jika media tidak steril akan terlihat warna hitam atau hijau atau orange akan menghambat pertumbuhan misellium.

Jangan menggunakan fungisida, insektisida atau bahan kimia bahaya lain karena akan membuat semuanya bahan akan terkontaminasi oleh bahan kimia tersebut termasuk jamur tiram yang mau di budidaya. Kalau jamur tiram juga ikut terkontaminasi bahan kimia berbahaya beracun berarti tidak layak untuk dikonsumsi

4. Pencahayaan

Pengaturan sinar matahari juga perlu mendapat perhatian seperti. Jamur tiram fase pertumbuhan misellium, cahaya matahari tidak begitu diperlukan, karena pada masa ini misellium lebih cepat tumbuh pada ruang kurang sinar matahari atau gelap.

Pada fase pertumbuhan tubuh buah diperlukan cahaya matahari. Malah sebaliknya tubuh buah tidak tumbuh baik pada ruangan gelap. Maka dari itu untuk tumbuh buah di butuhkan rangsangan sinar matahari dengan cahaya 60-70%.

5. Kelembaban dan Suhu Ruangan

Mengatur suhu ruangan juga sangat menentukan untuk keberhasilan budidaya jamur tiram. Pada fase pertumbuhan misellium, suhu ruangan diusahakan antara 22 – 280C dengan kelembaban  60 – 70%.

Pada fase polybag pindah ke kubung dengan 16 – 22 oC kelembaban antara 90 – 100%. Untuk mengatur kelembaban suhu, semprot air ke dinding kumbung

Demikian tips dari kami cara merawat jamur tiram agar mendapat hasil yang baik.

Cara budidaya jamur tiram (panduan lengkap)

Cara budidaya jamur tiram (panduan lengkap)

Jamur tiram merupakan komoditas sayauran yang banyak di budidayakan di daerah iklim tropis seperti indonesia, banyak pelaku usaha yang memanfaatkan hasil limbah kayu jerami dan skam untuk di jadikan media jamur tiram, jamur kuping dan lain sebagainya Kali ini jamur info akan memberikan reperensi bagaimana cara budidaya jamur tiram secara lengkap. Daftar isi budidaya jamur

  • Pemilihan bahan baku untuk media baglog jamur tiram
  • Cara produksi dan pembibitan
  • Cara budidaya
  • Cara hasil panen

Cara memilih bahan baku media jamur

Memilih bahan baku untuk memproduksi jamur tiram di butuhkan ketelitian karna ini sangat penting untuk membuat baglog jamur yang bagus,

  1. Serbuk kayu, Kamu harus membeli dalam keadaan masih baru, jangan memakai serbuk kayu yang sudah lama, usahakan memakai serbuk kayu albasia tujuanya agar proses pengomposan lebih cepat, kalaw tidak ada memakai kayu keras tidak bermasalah cuma kekuranganya pengomposan harus lebih lama 2 hari
  2. Dedak bakatul, berikan nutrisi tambahan media sebanyak 30 % agar hasil panen jamur bisa maksimal
  3. Menir/jagung ini opsional jadi kamu bisa pake atau tidak, tapi kalaw kamu memaki tambahan nutrisi, hasil panen jamur tiram kamu bisa lebih maksimal lagi, dan untuk penambahan nutrisi media kami sarankan pemakaian 5% sudah cukup.
  4. Pelastik baglog, pelastik baglog jamur ini buat mewadahi media jamur, ukuranya sesuai selera kamu bisa pakai ukuran 17×30, 18×30 dan 20×35 tergantung kebutuhan.
  5. Kapur caco 3, pembuatan media baglog jamur tiram juga membutuhkan kalsiom seperti kapur, kapur yang harus kamu gunakan usahakan memakai kapur pertanian, jangan memakai kapur bangunan karna kapur bangunan takutnya mengandung semen dan mengakibatkan media jadi keras, lebih baik kamu membeli kapur seperti dolomit dll di toko pertanian agar media baglog jamur yang kamu buat terhindar dari hal hal yang merugikan
  6. Bibit jamur tiram f2, beli bibit jamur tiram f2 yang tepercaya karna bibit f2 yang kurang bagus bisa mengakibatkan kegagalan/kontaminasi.

Cara membuat baglog jamur tiram putih dan proses pembibitan.

Untuk membuat baglog jamur tiram putih kamu harus memiliki mental dan keyakinan hehe dan jangan lupa berdoa. Ok lanjutkan, karna bahan baku kita sudah di siapkan

  • Proses pengadukan media baglog jamur tiram putih

  1. Pisahkan sebuk kayu dari dari sampah dengan cara mengayak, buat ayakan seperti pasir tujuanga agar serbuk kayu bersih dari kulit kayu dan sampah,
  2. Campurkan serbuk kayu yang sudah di bersihkan dan di ayak, dengan dedak, kapur, air, dengan komposisi sebagai berikut :

Jika serbuk kayu 100 kg, maka 30 kg dedak, 5 kg kapur, Aduk media baglog jamur tiram tersebut hingga merata jika sudah selesai tambahkan air dengan takaran 60% air bersih aduk hingga merata, Idikator takaran air 60 %jika media di kepal oleh tangan menggumpal, dan tidak mengeluarkan air jika di peras kecang oleh tangan, ini sudah pas kadar airnya,

Kompos media jamur tiram

Proses selanjutnya adalah pengomposan media baglog yang sudah di aduk, di tumpukan seperti piramida ? hihihi Tutup dengan terpal atu pelastik diamkan 1 hari, tutup dengan rapih. Jika sudah 1 hari di kompos maka kamu cek media tersebut aduk kembali, jika media hangat maka pengomposan berhasil itu menandakan media padat sudah mengurai, selanjutnya pembuatan baglog jamur Tapi admin mau ngopi dulu Tunggu kelanjutanya ?

Cara Merawat Baglog Jamur Tiram

Cara Merawat Baglog Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai udaha budidaya jamur tiram cukup murah dan bisa dilakukan bertahap. Bagian tersulit adalah membuat baglog, media tanam yang telah diinokulaikan dengan bibit jamur. Nama latin jamur tiram adalah Pleurotus ostreatus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya menyerupai kulit tiram. Berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Di alam bebas, jamur tiram putih biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk. Mungkin karena itu, jamur tiram sering disebut jamur kayu. Ada dua kegiatan utama dalam budidaya jamur tiram. Tahap pertama adalah membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur ke dalam media tanam tersebut. Sehingga media ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas. Tahap kedua adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi badan buah. Untuk pendatang baru, biasanya memulai kegiatan budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara pengadaan, baglog yang siap tumbuh didapat dengan membeli dari pihak lain. Kemudian setelah usaha budidayanya berkembang dan volumenya banyak, baru mencoba membuat baglog sendiri. Dalam tulisan ini akan, saya akan mengulas langkah yang harus dipersiapkan untuk memulai budidaya jamur tiram putih.

Menyiapkan kumbung

Kumbung atau rumah jamur adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban. Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap. Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan. Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.