Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Membudidayakan jamur dari berbagai jenis memiliki kesamaan tahapan antara lain 1. menyiapkan bibit jamur yang akan dibudidayakan,

  1. menyiapkan media tanam (proses pembuatan media tanam akan berbeda pada jamur kayu dan jamur kompos),
  2. proses inokulasi (menaruh bibit di media tanam),
  3. pemutihan (proses menunggu miselium jamur menutupi media tanam) dan
  4. proses perawatan selama siklus panen dan terakhir adalah proses paska siklus panen. Kelima proses tadi adalah tahapan yang paling umum ditemukan di setiap pembudidayaan jamur.

1. menyiapkan bibit jamur yang akan dibudidayakan,

  1. menyiapkan media tanam (proses pembuatan media tanam akan berbeda pada jamur kayu dan jamur kompos),
  2. proses inokulasi (menaruh bibit di media tanam),
  3. pemutihan (proses menunggu miselium jamur menutupi media tanam) dan
  4. proses perawatan selama siklus panen dan terakhir adalah proses paska siklus panen. Kelima proses tadi adalah tahapan yang paling umum ditemukan di setiap pembudidayaan jamur.

Untuk tulisan kali ini, Jamur.info akan menjelaskan tahapan pertama yaitu menyiapkan bibit dari jamur tiram. Bibit jamur di bagi menjadi F0, F1, F2 dan seterusnya. F adalah singkatan dari filial sederhananya, angka di belakang huruf F adalah fase pertumbuhan bibit dilihat dari media.

F0 adalah bibit awal yang ditumbuhkan pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar) yaitu media yang dibuat dari sari kentang dan agar.

F0 bisa diumpamakan sebagai bayi jamur.

F adalah singkatan dari filial sederhananya, angka di belakang huruf F adalah fase pertumbuhan bibit dilihat dari media.

F0 adalah bibit awal yang ditumbuhkan pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar) yaitu media yang dibuat dari sari kentang dan agar.

F0 bisa diumpamakan sebagai bayi jamur.

F1 adalah fase bibit berikutnya. Media di F1 adalah biji-bijian yang memiliki kandungan gizi tinggi, umumnya yang dipakai adalah jagung, sorghum, atau milet. Bibit F1 boleh diumpamakan sebagai anak kecil yang tumbuh dari fase bayi F0. Lalu terakhir adalah fase F2 yaitu fase remaja sampai dewasa bagi jamur.

Bibit F2

adalah bibit yang sudah dimasukkan ke dalam media tanam dari bahan serbuk gergaji (baglog) dan siap melewati proses pemutihan.

Bibit F1

boleh diumpamakan sebagai anak kecil yang tumbuh dari fase bayi F0. Lalu terakhir adalah fase F2 yaitu fase remaja sampai dewasa bagi jamur.

Bibit F2 adalah bibit yang sudah dimasukkan ke dalam media tanam dari bahan serbuk gergaji (baglog) dan siap melewati proses pemutihan.

Tadi sempat disebutkan masih ada F berikutnya. Bibit F2 bisa diturunkan lagi sampai F3 dengan media tanam sama dengan F2, begitu pun seterusnya. Namun kualitas bibit F3 tidak sebaik kualitas bibit F2 karena miselium sudah masuk fase dewasa dan sudah seharusnya masuk ke siklus panen. Pembuatan bibit F3 dan seterusnya hanya akan membuat miselium bertambah tua dan sama seperti manusia, akan merasakan penurunan fungsi tubuh. Kalau miseliumnya sudah kakek-kakek kan jadi sudah tidak kuat untuk menumbuhkan tubuh buah yang merupakan alat perkembangbiakan jamur.

Pembuatan bibit F3 dan seterusnya hanya akan membuat miselium bertambah tua dan sama seperti manusia, akan merasakan penurunan fungsi tubuh. Kalau miseliumnya sudah kakek-kakek kan jadi sudah tidak kuat untuk menumbuhkan tubuh buah yang merupakan alat perkembangbiakan jamur.

Masih bingung dengan penjelasan dinding teks barusan? Supaya lebih paham, langsung praktek saja. Untuk membantu menyerap informasi mengenai pembuatan bibit jamur, Jamur info membagi per fase per laman.

Supaya lebih paham, langsung praktek saja. Untuk membantu menyerap informasi mengenai pembuatan bibit jamur, MusHome membagi per fase per laman.

Cara Membuat Bibit F2 Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit F2 Jamur Tiram

Bibit F2 adalah bibit pada media tanam yang sudah siap memasuki siklus panen. Media yang digunakan untuk bibit F2 adalah serbuk kayu dan umumnya dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran 2 kg untuk memudahkan transportasi. Kantong plastik berisi serbuk kayu ini disebut baglog (bag berarti kantong dan log adalah kayu hasil aktivitas penebangan). Sama seperti sebelumnya, media tanam F2 perlu disiapkan dulu. Berikut langkah-langkahnya:

Bahan bibit

  1. Serbuk gergaji. Media tanam utama bagi jamur tiram
  2. Dedak. Berfungsi untuk memberi nutrisi tambahan bagi miselium jamur
  3. Bubuk kapur. Diperlukan untuk mengurangi tingkat keasaman baglog. Jika terlalu asam akan menghambat pertumbuhan miselium
  4. Tepung jagung. Sama seperti dedak, sebagai pemberi nutrisi tambahan
  5. Air bersih
  6. Kapuk. Untuk menyumbat mulut baglog. Miselium butuh kadar oksigen yang rendah untuk tumbuh dan kapuk bisa menjaga pertukaran oksigendi dalam baglog tetap kecil.
  7. Kantong plastik.
  8. Karet gelang

Peralatan

  1. Cangkul
  2. Tong besar
  3. Tungku
  4. Gas atau kayu bakar

Langkah berikutnya

  1. Curahkan serbuk gergaji diatas lantai dan tebar hingga merata
  2. Taburkan dedak, bubuk kapur, dan tepung jagung ke serbuk gergaji
  3. Aduk semua sampai merata, siram dengan air bersih dan terus aduk hingga basah merata
  4. Lalu kumpulkan media tanam yang sudah diaduk itu, bentuk seperti gunung kecil. Tutupi terpal dan plastik agar air tidak menguap keluar dan proses fermentasi media lebih optimal. Diamkan selama sehari
  5. Keesokan harinya, masukkan media tanam ke kantong plastik, padatkan
  6. Ambil sejumput kapuk dan masukkan ke mulut plastic lalu ikat
  7. Terus ulangi sampai media tanam habis
  8. Setelah. Selesai. Baglog siap masuk ke proses steririlasi.
  9. Letakkan drum besar di atas tungku. Isi air kurang lebih 20 liter. Beri penyangga agar baglog tidak tere`ndam air
  10. Masukkan baglog kedalam tungku, setelah selesai tutup rapat drum
  11. Siapkan bahan bakar dan mulai bakar.
  12. Lakukan proses ini selama 10 jam dalam suhu 120 derajat Celsius. Dihitung dari air mulai mendidih
  13. Setelah 10 jam. Dinginkan baglog

Baglog berisi media tanam sudah siap untuk digunakan sebagai bibit F2. Proses berikutnya adalah inokulasi, yaitu memasukkan bibit F1 ke baglog. Prosesnya masih sama dengan proses pembibitan F0 dan F1. Karena jumlah dan ukuran baglog yang besar, lakukan proses ini di dalam ruangan, ingat, sterilkan dulu ruangan dengan membersihkan dan semprot alcohol 70%. Berikut langkahnya.

  1. Hancurkan bibit F1 masih dalam kemasan dengan menggunakan spatula stainless, hingga membentuk butiran-butiran kecil (jangan terlalu halus), lalu buka tutup kemasan
  2. Buka karet pengikat plastik media tanam (baglog)
  3. gunakan pinset stainless untuk mengambil hancuran bibit F1 atau langsung dicurah dari botol bibit F1. (pengambilan bibit diperkirakan 1 botol f1 dibagi 20 s/d 25 baglog)
  4. lalu taburkan kepermukaan atas media tanam
  5. lalu pasang kembali karet dan tutup kembali
  6. Baglog siap disimpn diruangan khusus, pada proses pembuatan baglog langkah ini dinamakan proses inkubasi atau pertumbuhan miselium.

SKALA ACUAN KOMPOSISI ADONAN PADA PROSES PEMBUATAN BAGLOG

Komposisi dibawah ini untuk skala 200 baglog. Jika jumlah baglog yang ingin dibuat kebih banyak, perhitungan dapat dilakukan secara eksponensial

Bahan baku

  • serbuk gergaji =50kg
  • dedek =10kg
  • bubuk kapur CaCo2 =2kg
  • tepung jagung =3kg
Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur Tiram Putih Anti Gagal?

Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur Tiram Putih Anti Gagal?

Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur Anti Gagal? Temukan Triknya di Sini

Jamur tiram saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan produk hortikultura. Bahkan kepopulerannya menjadikan jamur tiram sebagai salah satu proimadona jamur konsumsi sebagaimana cara budidaya jamur janjangan sawit . Terlebih lagi setelah diketahui kamdungan serta manfaatnya yang baik bagi tubuh. Maka permintaan akan keberadaan jamur tiram baik segar ataupun olahan begitu tinggi di pasaran. Oleh karenanya maka tidak heran jika kemudian muncul sentra atau pusat budidaya jamur tiram di berbagai kota di Indonesia.

Selain dapat di produksi baik di dataran rendah ataupun tinggi, jamur tiram juga lebih relatif mudah dalam hal budidayannya. Inilah yang kemudian menyebabkan banyak para pengusaha pemula yang bisa langsung sukses dan untung dari usaha ini. Banyaknya jumlah pembudiaya jamur tiram relatif tidak diimbangi dengan jumlah pembudidaya bibit jamur tiram sebagaimana cara membuat bibit jamur kuping . Padahal dalam budidaya ini bibit merupakan elemen penting. Selain kualitasnya, bibit yang baik haruslah mampu menghasilkan produktifitas yang tinggi.

Tentu saja hal ini menjadi sebuah hal yang dilematis, seiring dengan tumbuh pesatnya sentra budidaya jamur tiram. Hanya sebagian kecil saja yang berhasil menghasilkan bibit dengan kualitas terbaik. Bahkan mayoritas selurih pembudidaya mendapatkan bibit dari daerah bandung jawa barat. Hal ini menunjukkan bahwa persebarannya tidak merata sebagaimana cara menanam jamur lingzhi . Karena hal itu tentu usaha pembibitan jamur tiram menjadi usaha yang potensial. Lalu Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur tiram F2 anti gagal, simak selengkapnya.

1. Persiapan Bahan Baku

Bibit F2 merupakan bibit yang digunakan oleh petani jamur dalam budidaya. Pembuatan bibit F2 juga relatif sederhana dan dpat dilakukan pemula sebagaimana dalam cara budidaya jamur truffle . Oleh sebab itu, tahapan pertama dalam pembuatan bibit jamur tiram F2 adalah menyiapkan bahan baku. Beberapa bahan baku yang wajib disiapkan antara lain adalah sebagai berikut :

  • Serbuk gergaji sebanyak 2 kg, terlebih dahulu serbuk diayak untuk memisahkan dari kotoran dan diambil bagian halusnya saja.
  • Setelah itu kemudian rendam serbuk menggunakan air bersih atau juga air steril selama 12-24 jam.
  • Dedak halus 0,5 kg dengan kualitas yang baik.
  • Biji-bijian dapat berasal dari jagung, sorgum atau juga biji padi sebanyak 0,5 kg.
  • Caco3 atau kapur sebanyak 2 sendok makan.
  • Air secukupnya.
  • Kertas dan karet gelang.
  • Bibiy jamur F0 atau F1 berkualitas baik.
  • Alkohol 70% dan alkohol 95% jika ada.

2. Persiapan Peralatan

Setelah bahan baku siap  maka tahapan selanjutnya dilanjutkan dengan menyiapkan alat yang dibutubkan seperti pada cara budidaya jamur enoki di indonesia . Beberapa alat yang wajib anda siapkan adalah sebagai berikut :

  • Botol kaca bening anda dapat menggunakan botol bekas saos, sirup atau botol bekas minuman teh botol.
  • Botol dibersihkan dan kemudoan disterilkan terlebih dahlu dengan merebus atau mengukusnya selama 4-5 jam.
  • Kompos gas.
  • Alat sterilisasi atau autoklaf.
  • Dandang atai wadah kukusan yang berukuran besar.
  • Laminar Air Flow

3. Pembuatan Media Pembibitan

Tahapan selanjutnya dapat dilajutkan dengan tahapan pembuatan media pembibitan seperti dalam cara budidaya jamur tiram florida. Langkah langkah yang dapat anda ikuti adalag sebagai berikut :

  • Terlebih dahulu rendam serbuk gergaji menggunakam air yang bersih dan steril selama satu jam.
  • Kemudian tiriskan, setelah itu campurkan serbuk gergaji, bekatul, biji jagung dan juga kapur, kemudian aduk hingga merata.
  • Tambahkan air secukupnya.
  • Lakukan uji tes kandungan air dengan mengepalkan adonan.
  • Jika air keluar dari adonan maka tandanya kadar air terlalu banyak, sebaiknya tambahkan dedak.
  • Jika dikepal adonan masih buyar maka tandanya kurang air sehingga tambahkan air secukupnya.
  • Jika dikepal adonan tidak buat dan tidak mengeluarkan air maka tandanya kandungan air cukup.
  • Setelah itu kemudian masukkan media kedalam botol kaca.
  • Isikan hingga batas garis dibawah mulut botol.
  • Tutup menggunakan kertas sebanyak dua lapis alalu kemudian ikat dengan karet.
  • Selanjutnya dilanjutkan dengan langkah sterilisasi.
  • Anda bisa menggunakan autokalf atau juga panci rebusan.
  • Masukkan boto kaca berisi media kedalam alat sterilisasi, kemudian lakukan sterilisasi dengan suhu 125 derajat pada autoklaf selama satu jam , jika menggunakan panci pengukus waktu sterilisasi ditambah 1 jam dan menjadi 2 jam.

4. Inokulasi Bibit Jamur

Tahap selanjutnya adalah inikulasi atau penanaman bibit kedalam media seperti cara budidaya jamur merang media ampas aren . Penanaman dilakukam dalam.ruangan steril atau LAF (Laminar air flow). Jika tidak memilikinya anda bisa menggunakan kotak kaca berukuran 1 x 1 meter kemudian diberi lubang  untuk memasukkan tangan dan media lalu juga diberi pendingin didalamnya. Semprot dan bersihkan menggunakan alkohol 95/70%. Kemudian anda langsung bisa melakukan langkah penanaman berikut.

  • Masukkan beberapa buah media tanam dan bibit kedalam tempat tanam.
  • Sebelum dimasulkan semprot terlebih dahulu memggunakam alkohol 70%.
  • Sterilkan terlebih dahulu alat tanam yang akan digunakan seperti spatula dan pinset.
  • Baru kemudian masukkan kedalam ruang tanam.
  • Nyalakan blower atau kipas dan diamkan selama satu jam.
  • Gunakan pakaian bersih dan selalu semprot tangan saat anda keluar masuk ke ruang tanam.
  • Kemudian buka.plastik pembungkus bibit, ambil media tanam dan buka karet pengikat dan kertasnya.
  • Setelah itu masukkan bibit ke permukaan media tanam secara merata.
  • Setelah itu tutup kembali botol dengan menggunakan kerta yang baru dan talu kembali menggunakan karet.
  • Biasanya 1 botol bibit jamur tiram F0 jika ditunkan akan menghasilkan 35 botol.binit jamur F1.
  • Sedangkan 1 botol bibit F1 jika diturunkan akan menghasilkan 40 botol bibit jamur F2.
  • Setelah itu kemudoan letakka  bibit jamur F2 hasil tanam kedala ruang inkubasi.
  • Suhu ideal ruangan dijaga 26-29  derajat celcius.
  • Umur 10 hari miselium akan tumbuh 10%.
  • Umur 25-30 hati miselium sudah tumbuh sebanyak 100 persen.
  • Umur 30-40 hati jamur akan tumbuh, buang jamurnya dan bibit masih bisa digunakam namun mengalami oenirinan kualitas.
  • Lewat 40 hari binit sudah kadaluwarsa dan jangan digunakan.
  • Oleh karenanya tandai setiap botol dengan tanggal penanaman.

5. Tips Anti Gagal

Dalam sebiah budidaya resiko kegagalan tentu akan selalu muncul seperti juga pada cara budidaya bibit jamur kuping secara tradisional . Peresntasenya tergantung dari ketelitian dan juga ketelatenana pembudidaya. Jika anda merupakan pemula maka anda bisa memperhatikan beberapa tips anti gagal dalam pembuatan bibit jamur tiram F2 berikut ini :

  • Jangan gunakan air PDAM, dan hanya gunakan air bersih yanh sudah disterilkan.
  • Jangan gunakan air sungai,air kotor atau bahkam air comberan karena akan meningkatkam resiko kontaminasi.
  • Jangan gunakan kayi yang bergetah seperti kayu karet, kayu pinus atau kayu camplung.
  • Jangan menggunakan dedek yang telah mengalami perubahan warna menghitam atau yang menggumpal.
  • Gunakan serbuk gergaji yang sudah dikomposkan minimal selama seminggu, jangan gunakan serbuk gergaji baru.
  • Jangan gunakan biji jagung yang sudah rusak dimakan hewan.
  • Hindari terbukannya tutup botol yang dapat menyebabkan gangguan semut dan juga hama lain.
  • Pisahkan botol yang sudah terkontaminasi dan buang jauh jauh.
  • Khusus bagi pemula, buat dalam jumlah sedikit, jika mengalami kegagalan teliti faktor kegagalannya.
  • Suhu sterilisasi wajib berada pada kisaran angka 100-125 derajat celcius.
  • Untuk membuat bibit awet maka anda dapat menyimpan bibit yang miseliumnya sudah tumbuh 10 % Didala kulkas BUKAN FREZER.

itulah tadi, Bagaimana Cara Membuat Bibit Jamur tiram F2 anti gagal. Semoga dapat menjadi referensi bagi anda dan semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Cara Membuat Bibit F2 Jamur Tiram

Cara membuat bibit f2 menggunakan media jagung

Tidak bisa dipungkiri kebutuhan jamur tiram untuk dikonsumsi oleh masyarakat semakin hari semakin banyak. Ini tidak lepas dari semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan gizi yang baik untuk tubuh. Seperti yang kita ketahui didalam jamur tiram terdapat banyak zat gizi dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Hal tersebut juga mendorong produsen jamur tiram untuk meningkatkan kapasitas produksi jamur tiramnya. Namun seperti pepatah ” tidak semudah membalikkan telapak tangan” ada saja kendala yang dihadapi petani untuk memperbesar kapasitas produksinya. Mulai dari terkendala modal, cuaca, bahkan terkendala bahan baku untuk memproduksi jamur.

Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh petani adalah ketersediaan bibit jamur tiram dengan kualitas yang baik. Mungkin memang banyak produsen bibit jamur yang tersedia sekarang, baik yang menjual bibit melalui cara on line atau pun off line. Hanya saja itu tidak cukup memenuhi kebutuhan para petani.

Atas dasar itu mari kita bersama sama belajar membuat bibit f2 dengan kualitas baik menggunakan media jagung.

  1. Pertama adalah menyediakan alat dan bahan

Alat :

  • Lampu bunsen 2 buah
  • Spatula
  • Alkohol 95%
  • Kapas
  • Koran
  • Karet gelang
  • Panci
  • Timba

Bahan bahan :

  • Jagung
  1. Langkah kedua :

Langkah kedua adalah yang sangat penting. Langkah kedua ini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan pembuatan media bibit jagung ini.
Perlu diketahui dalam memilih jagung haruslah jagung yang terbaik. Jangan memilih jagung karena harganya yang murah. Karena biasanya jagung murah itu jagung yang kurang baik kualitasnya.
Selain itu pemilihan jagung harus memilih ukurannya juga, ada dua jenis jagung berdasarkan ukurannya.

  • Pertama adalah jagung ukuran besar. Jagung ini murah, tapi memiliki kekurangan. Yaitu ketika sudah di inokulasi pada baglog, jika terlalu banyak memasukkan butiran jagung ke dalam baglog maka akan membusuk. Dan biasanya akan mengundang datangnya hama seperti ulat dan tungau. Kelebihannya harga murah dan banyak tersedia di pasaran.

Jagung kecil

  • Kedua adalah jagung ukuran kecil. Jagung ini biasanya dijadikan pakan burung dara oleh peternak burung, atau pakan ayam Bangkok. Harga jagung ini lebih mahal, berkisar antara Rp 8.000 – Rp 10.000. Namun kelebihannya tidak akan membusuk seperti jagung besar. Hanya ketersedisannya dipasar kadang kosong.

Setelah jagung anda dapatkan Langkah selanjutnya adalah :

  • Mencuci jagung sampai bersih.
  • Sortir jagung yang berisi dan yang tidak biasanya jagung yang berisi tenggelam ke dasar ember dan yang tidak akan mengapung, maka buanglah jagung yang mengapung dan gunakanlah jagung yang tenggelam saja.
  • Rendamlah jagung didalam ember kurang lebih selama 24 jam, dengan tujuan agar jagung menjadi empuk dan mempersingkat waktu perebusan.
  • Setelah 24 jam, bersihkan kembali jagung tadi lalu rebus jagung selama 30 menit.
  • Setelah 30 menit, angkat jagung lalu tiriskan dan dinginkan sampai kadar air berkurang.
  • Angin anginkan sampai jagung tidak lengket satu sama lain.
  • Masukkan ke dalam botol.
  • Lalu sumbat mulut botol menggunakan kapas, dan tutup menggunakan plastik.

3. Sterilisasi

Sterilisasi adalah hal paling penting, berhasil atau tidaknya terletak pada proses ini. Jika media kurang steril maka dapat dipastikan bibit anda akan terkontaminasi.
Jadi jangan pelit untuk mengeluarkan biaya lebih dalam proses sterilisasi.Bagai mana langkahnya? Langkahnya sama seperti kita mensterilisasikan baglog, namun dibutuhkan waktu yang lebih lama. Jika dibandingkan proses sterilisasi baglog maka proses sterilisasi bibit ini membutuhkan waktu 2 kali lipat lebih lama.
Jadi seumpama proses sterilisasi baglog anda 4 jam maka untuk bibit dibutuhkan waktu 6 – 8 jam.
Setelah dikukus dinginkan bibit dengan cara dibalik ( mulut botol ditaruh dibawah) proses pembalikan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air didalam botol.Jika anda memiliki autoclave maka proses sterilisasi ini menjadi sangat optimal. Namun jika anda tidak memilikinya bisa menggunak tong / drum bekas oli.

4. Inokulasi

Perlu diperhatikan kebersihan ruangan inokulasi harus dijaga, sirkulasi udara dan sebaiknya proses inokulasi ini dilakukan diruangan tertutup untuk mendapatkan hasil yang baik.
Langkah langkahnya sebagai berikut :

  1. Siapkan peralatan : lampu bunsen, alkohol, spatula, koran bekas, karet gelang dan kapas.
  2. Persiapkan bibit f1 anda dengan terlebih dahulu di semprot menggunakan alkohol, lalu dibakar.
  3. Geruslah f1, usahan dalam penggerusan ini selalu berada di dekat api lampu bunsen untuk meminimalisir bibit f2 terkontaminasi.
  4. Setelah bibit f1 dimasukkan kedalam f2, segera tutup menggunakan kapas, lalu koran dan di ikat menggunakan karet gelang.
  5. Letakkan bibit f2 ditempat yang kering dan sedikit hangat, ini bettujuan untuk merangsang pertumbuhan misilium.

Kurang lebihnya seperti itu proses pembuatan media bibit f2, perlu diingat setiap petani memiliki cara masing masing dalam membuat media bibit f2.
Jadi jangan jadikan artikel ini sebagai cara paten membuat media f2. Jadikanlah sebagai bahan perbandingan, carilah cara yang terbaik menurut anda.

Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu untuk kita bersama. Salam sukses!!